Sejak lahir, hidup Elara adalah sebuah pertempuran. Tubuhnya telah lama menjadi medan perang bagi diagnosis-diagnosis asing dan menyakitkan: Otitis Media Supuratif Kronis Bilateral dan Mastoiditis Bilateral yang membuatnya berdiri dalam pandangan jijik orang. Penderitaan (Dukha) adalah teman lamanya.
Namun, penderitaan tidak berhenti di fisik. Seiring waktu, trauma masa lalu, depresi yang menghimpit, dan ketakutan mendalam terhadap setiap wajah di sekitarnya-hasil dari pelecehan yang merenggut kepercayaannya-menggerogoti jiwanya hingga ke titik nol. Obat-obatan yang menyelamatkan mentalnya justru menjadi 'racun' baru yang kian menumpuk, perlahan mencabut ingatannya satu per satu.
Elara tahu, ia tak mampu lagi menampung. Kepalanya adalah wadah yang gagal, tempat memori menjadi abu.
Dalam tindakan putus asa untuk melawan kepunahan diri, Elara mengambil pena dan buku usang. Ia tidak menulis otobiografi; ia menulis ringkasan. Bukan dialog, bukan narasi utuh. Hanya goresan tinta yang mengabadikan esensi, aroma, dan emosi yang sempat ia tangkap sebelum semuanya lenyap. Setiap tetes tinta yang bercampur dengan air mata di atas kertas adalah sebuah kesaksian sunyi.
"Ini belum usai," bisiknya pada dirinya sendiri, sementara jemari ringkihnya terus menari, didorong oleh sisa-sisa daya hidup (Bayu) yang tak mau menyerah.
'SAMAR' adalah kisah pilu tentang perjuangan terakhir jiwa untuk membuktikan bahwa ia pernah ada, pernah mencintai, dan pernah merasakan sakit. Ini adalah jurnal yang ditulis bukan untuk dibaca, melainkan sebagai upaya putus asa untuk menyelamatkan diri dari kegelapan yang merenggut identitas.
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel.
Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata.
Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan.
---><---
"Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?"
"Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah."
"Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel."
"Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun."
"Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja."
.
.
"Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut.
Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel?
Bagi yang penasaran mampir aja oke
.
.
Rank
#🥇 fiance
#🥇 fyp
#🥇 mostwanted
#🥇 teen
#🥇 bucin
#🥇 geng
#🥇 iceboy
#🥇 isekai
#🥇 figuran
#🥇 tenfiction
#🥇 sekolah
#🥇 fiksipenggemar
#🥇 antagonis
#🥇 tunangan
#🥇 school
#🥇 fiksi
#🥇 sahabat
#🥇 fiksiremaja
#🥇 protagonis
#🥈 cuek
#🥈 baper
#🥈 romantis
#4 fantasi
#5 transmigrasi
#10 romance
Start : 10/8/25
End : -