Samar
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 3, 2024
Sejak lahir, hidup Elara adalah sebuah pertempuran. Tubuhnya telah lama menjadi medan perang bagi diagnosis-diagnosis asing dan menyakitkan: Otitis Media Supuratif Kronis Bilateral dan Mastoiditis Bilateral yang membuatnya berdiri dalam pandangan jijik orang. Penderitaan (Dukha) adalah teman lamanya. Namun, penderitaan tidak berhenti di fisik. Seiring waktu, trauma masa lalu, depresi yang menghimpit, dan ketakutan mendalam terhadap setiap wajah di sekitarnya-hasil dari pelecehan yang merenggut kepercayaannya-menggerogoti jiwanya hingga ke titik nol. Obat-obatan yang menyelamatkan mentalnya justru menjadi 'racun' baru yang kian menumpuk, perlahan mencabut ingatannya satu per satu. Elara tahu, ia tak mampu lagi menampung. Kepalanya adalah wadah yang gagal, tempat memori menjadi abu. Dalam tindakan putus asa untuk melawan kepunahan diri, Elara mengambil pena dan buku usang. Ia tidak menulis otobiografi; ia menulis ringkasan. Bukan dialog, bukan narasi utuh. Hanya goresan tinta yang mengabadikan esensi, aroma, dan emosi yang sempat ia tangkap sebelum semuanya lenyap. Setiap tetes tinta yang bercampur dengan air mata di atas kertas adalah sebuah kesaksian sunyi. "Ini belum usai," bisiknya pada dirinya sendiri, sementara jemari ringkihnya terus menari, didorong oleh sisa-sisa daya hidup (Bayu) yang tak mau menyerah. 'SAMAR' adalah kisah pilu tentang perjuangan terakhir jiwa untuk membuktikan bahwa ia pernah ada, pernah mencintai, dan pernah merasakan sakit. Ini adalah jurnal yang ditulis bukan untuk dibaca, melainkan sebagai upaya putus asa untuk menyelamatkan diri dari kegelapan yang merenggut identitas.
All Rights Reserved
#114
lukabatin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines