Jendela 1998

Jendela 1998

  • WpView
    Reads 468
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 8, 2023
"Aku ingin hidup seperti kupu-kupu, mengepakkan sayap sembari melalui perjalanan yang indah", Amita. Ini bukan cerita romance yang bercerita mengenai generasi milenial/z, tapi cerita dalam novel ini didasarkan pada kejadian tahun 1998, cerita yang dirajut dua insan yang tak kunjung selesai. Cerita ini bukan tentang awal pertemuan yang tak disengaja lalu berambu-ranbu alurnya berubah menjadi kebahagiaan bagi masing-masing tokoh. Seorang aktivis muda yang hidup tanpa jiwa dan orang-orang terkasih yang bersembunyi di ruangan gelap dan sempit. Mungkin, cerita ini akan abadi jika sang tokoh mampu berdamai dengan keadaan. Lantas, bagaimana cara memberi celah terang pada ruang gelap itu? Selamat membaca🌻
All Rights Reserved
#21
1998
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEAR HELEN (Tamat)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • BALADA KEHIDUPAN
  • ALZEA (TERBIT)
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • SAMBOJA [Lengkap]
  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)

Kupikir aku hanyalah anak pengusaha menyedihkan. Jenis gadis yang akan berakhir dalam perjodohan yang bahkan tidak ia inginkan. Tunanganku, lelaki itu, merupakan anak dari cinta pertama ayahku. Beliau bahkan tidak peduli bahwa aku, putrinya, merasa muak dengan pilihan yang jatuh ke tanganku. Setelah kesadaran kehidupan lalu muncul di kepala, aku pun mulai berdamai dengan keadaan. Aku tidak peduli bila ayahku tidak mencintai ibuku. Aku muak berusaha menjadi sesuatu yang bukan bagian dari jati diriku. Memangnya mengapa bila tunanganku orang terkeren? Hei, memangnya ada cewek yakin kisah cintanya akan mulus seperti film? "Batalkan pertunangan," desisku kepada tunangan yang disayangi ayahku. Putus? Hahahaha tunanganku mulai menunjukkan sifat aslinya. Dia bukan cowok manis seperti yang ayahku pikir! Dia jauh lebih menyebalkan daripada siapa pun yang pernah kukenal! Sial! Putus! Aku mau putus saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines