Rumah Sewa Hijau

Rumah Sewa Hijau

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 11, 2023
"Aku benci warna hijau Karena warna itu telah merenggut hal yang berharga dariku Aku benci wajah itu, wajah tampan dengan senyum tipis Dia menyambut kedatangan keluargaku dengan senyuman itu. Dia tersenyum tipis dengan mata tertutup Seakan mengisyaratkan dia menyembunyikan sesuatu Sesuatu yang mengerikan Sesuatu yang menjijikan Andai ayah tidak membawa kita pindah rumah ke daerah ini, pasti hidupku akan lebih bahagia. Sebenarnya apa yang telah terjadi dalam rumah sewa itu? Aku sudah tidak sanggup menanggung rasa ngeri seorang diri. Akan aku ceritakan kisah ini, Kisah yang seharusnya bahagia namun berujung nestapa." - Chika (30 tahun di Tokyo tahun 2022) NOTE ‼️ - Cerita ini berhubugan dengan backstory OCku, namanya Aoki Yamashita. Tag ocku : #kagisuoc - Mengandung permainan kata dan makna - Membahas tentang rumah sewa di Jepang - Jangan baca cerita ini sendirian!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just A Secretary Not Your Wife ✔
  • COLORS (✓)
  • For The Sweetest, Keyla [END]
  • Little Monster {HoonSuk}✓
  • Hypocritical (Zeedel)
  • I❤️U Mrs Teacher (ShikaTema) SEASON 1🔚
  • Javas Drexzer [END]
  • ‧₊Flowers° [Itoshi Sae]! ✔
  • MY QUEEN IS CAPOS (TERBIT)

Semua berawal semenjak tangisan itu menghampiri rumahku. "B-babayi, kenapa kau di situ? Ehhh! Bayi?!" "KAGUYA CEPAT KESINI!" "Hm, tampang rubah playboymu memang menurun padanya" "Seandainya dirimu terlahir dari rahimku" Namun perlahan itu membawa warna baru bagi kehidupanku. "Ne, maaf ya putri kecil. Papamu yang tampan dan keren ini memiliki beberapa urusan di luar sana. Sering-seringlah membuat nenek tua ini kerepotan saat papamu ini tidak ada oke!" "Rasanya sudah lama sekali aku tak melihat ekspresi itu di wajah kakumu" Aku tidak tahu apa aku harus bersyukur atau tidak untuk semua ini. "Ck, sudahlah. Semakin sering kau meminta maaf semakin terdengar basi di telingaku" "U-uhh telur puyuhku" "Tubuhmu ringan juga ya, Kaguya" Tapi, sepertinya aku mulai menikmati hal-hal baru ini. . . . Beberapa ilustrasi bersumber dari pinterest. Berisi konten dewasa di beberapa part!! #122 : Sliceoflife 6/Nov/2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines