GESTICULATE

GESTICULATE

  • WpView
    MGA BUMASA 90,123
  • WpVote
    Mga Boto 7,042
  • WpPart
    Mga Parte 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Mar 5, 2026
Hidup dalam pernikahan yang dingin, di mana cinta dan kasih sayang tak pernah hadir. Itulah yang dialami Nazeea. Dia terjebak dalam rutinitas, tak pernah menghargai kehadiran Samuel, bahkan menganggapnya sebagai beban. *** Hingga pada suatu hari, saat kota sedang diguyur hujan deras pada malam hari, wanita itu, Nazeea berjalan dengan langkah cepat meninggalkan sebuah gedung pencakar langit dengan perasaan penuh amarah. Hingga kedua tangannya mengepal kuat. Tak mempedulikan sepinya jalan raya malam ini, wanita itu terus berjalan tanpa peduli pada sekitar dan basahnya pakaian yang ia gunakan, hingga saat sebuah mobil merah melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke arahnya. Kedua mata wanita itu membulat sempurna dengan tubuh kaku yang tak bisa ia gerakkan. Kejadian naas itu pun terjadi tanpa bisa dielakkan, namun, bukan dirinya yang terpental jauh justru seorang Pria dengan balutan kemeja putih yang menjadi korban. Pria itu, menyelamatkannya dari maut. "Samuel!!"
All Rights Reserved
#36
baper
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • AKU, KAMU DAN TUHAN [END]✔
  • LOS ANGELES (family issues)
  • Excessive Obsession
  • Eyes On Me
  • Menjaga Monster
  • Menikah Dengan Mantan? (END)
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • HUSBAND [END]
  • After Such A Long Time (Hiatus)

[SEDANG DALAM TAHAP REVISI] " Sebuah REALITA yang dipatahkan paksa oleh SEMESTA. Sebuah hubungan kasih yang runtuh hanya karena tidak Se-IMAN" __________ " PAPA MAU NAMPAR NESYA? TAMPAR PA TAMPAR! GAUSAH KHAWATIRIN MUKA NESYA YANG UDAH PENUH BEKAS. NESYA BISA SEMBUNYIIN ITU KOK!" PLAK! Benar saja sebuah temparan keras mendarat kasar menyentuh pori-pori wajah gadis itu Nesya menyisir rambutnya dengan jari, yang sempat berantakan akibat tamparan keras itu. Dia mengangkat dagunya, perlahan menaikkan pandangannya menatap mata Vico yang penuh dengan aura marah. Dia lantas memeluk erat laki-laki itu dan membiarkan wajahnya menyandar tepat dibagian dada pria itu. "PA....." "GINJAL NESYA RUSAK PA! KATA DOKTER SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENYELAMATKAN NYAWA NESYA ADALAH DENGAN MELAKUKAN TRANSPLANTASI GINJAL." " TAPI NESYA MEMILIH UNTUK TETAP SEPERTI INI! GAPERLU NESYA KASIH TAU PAPA KENAPA GINJAL NESYA RUSAK. KARENA PAPA UDAH TAU ALESANNYA..." " IYA. PAPA INGATKAN, WAKTU PAPA NENDANG PERUT NESYA SAMPE NESYA MUNTAH DARAH? JANGAN PERNAH LUPAIN ITU YA PA! APAPUN ALESANNYA JANGAN PERNAH LUPAIN!" " NANTI KALO NESYA TIBA-TIBA MENGHILANG JANGAN PERNAH CARI NESYA!" " MAKASIH BUAT PELUKAN INI. AKHIRNYA SETELAH SEKIAN LAMA NESYA BISA NGERASAIN GIMANA NYAMANNYA BERADA DIPELUKAN PAPA." Perlahan gadis itu melepaskan kedua tangannya yang melingkar tepat dipinggul sang ayah. Tersenyum dalam kesakitan. Dia berpaling meninggalkan laki-laki itu. Pelan namun pasti tubuh Nesya kini menjauh dan menghilang dari jangkauan pandangnya. Entahlah, dia sedang mengingat perbuatannya dimasa lalu atau sedang menyesalinya. ___________ " Nes, gua mau ngomong.." ucap laki-laki itu sambil memandang rendah gadis yang tengah berbaring dipangkuannya. " Mau ngomong apaann.." " Gua....." " Apaan...???" " GUA MAU BREAK UP!" ___________

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman