Story cover for EIT'S, SATU METER! by Nacuna_
EIT'S, SATU METER!
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 22, 2023
"Bahkan, untuk menggunakan bahasa isyarat pun kau tetap tidak mengerti dengan perasaan yang selalu terpendam ini."-Langit Abiaksa

"Padahal aku juga cukup menarik, tetapi kenapa dia selalu melirik ke kiri?"-Senja Salkara.

******

"Senja, kalau semisal suatu saat gue khianati persahabatan kita, gimana reaksi lo?" tanya pemuda yang duduk di samping Senja.

Senja menoleh, gadis itu menatap lekat wajah yang menjadi lawan bicaranya. Anggukan kecil serta senyum ia berikan kepada pemuda itu. "Gue gak bakal maafin lo kalau sampai hal itu terjadi!" jawabnya seraya mengalihkan pandangannya.

Langit-pemuda itu terdiam. "Tapi sayangnya sekarang udah terjadi."

•••
All Rights Reserved
Sign up to add EIT'S, SATU METER! to your library and receive updates
or
#232friendzone
Content Guidelines
You may also like
My Eternal Moon [ End ✔️] by cweetcobeyi
38 parts Complete
Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡
Petikan Lingga by alergi_alergy
12 parts Complete
Suara petikan gitar mengisi ruangan kecil itu, menggema lembut di antara dinding-dinding kosong. Lingga duduk bersila di lantai, memeluk gitar akustiknya seperti seorang sahabat lama yang selalu setia mendengar. Tangannya bergerak perlahan, memainkan melodi yang sederhana namun penuh makna. Mata Lingga terpejam, seakan mencari ketenangan di antara setiap nada yang ia mainkan. Hari itu, matahari menyelinap masuk melalui celah-celah jendela. Langit berwarna jingga keemasan, tanda bahwa senja sudah mulai memeluk hari. Lingga tahu bahwa waktu terus berjalan, namun ia merasa seolah detik-detik itu melambat saat ia tenggelam dalam musiknya. Di sudut ruangan, terletak sebuah foto kecil yang berdiri di atas meja kayu. Foto itu adalah potret dirinya bersama Nalendra-tertawa bersama di sebuah taman dengan cahaya matahari menerpa wajah mereka. Lingga melirik foto itu sejenak, senyumnya muncul tapi dengan berat, seakan ada sesuatu yang tertahan. Petikannya terhenti. Lingga menarik napas dalam-dalam, lalu menundukkan kepala, memandangi gitar di pangkuannya. "Len... gue nggak tahu kenapa gue selalu mainin lagu ini setiap kali gue mikirin lo," gumamnya lirih. Ia mengusap wajahnya, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang di matanya. Hening. Hanya ada suara angin yang meniup lembut tirai jendela. Lingga kembali menyandarkan punggungnya ke dinding, mencoba mengingat saat-saat ia dan Nalendra duduk bersama di tempat ini. Gitar yang kini di tangannya pernah dimainkan oleh Nalendra, bahkan melodi yang ia mainkan barusan adalah lagu yang sering mereka nyanyikan bersama. "Mungkin lo bener, Len," bisiknya pelan. "Hidup ini nggak selalu soal yang sempurna, tapi soal belajar menerima." Lingga tersenyum kecil, meskipun hatinya masih terasa berat.
Langit Senja [end] by Chocolatenuna
51 parts Complete
BUKAN VISUAL TAEYONG! PLAGIAT JANGAN MENDEKAT, ALLAH LIHAT LOH!! FOLLOW NYA JANGAN LUPA YAW YEOROBUNDEUL!!! -Tak perlu sempurna, cukup sederhana namun membuat bahagia Cinta pada pandangan pertama itu nyata ada nya. Mengisahkan tentang Langit dan Senja, dua remaja yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Cinta yang terhalang keyakinan yang berbeda dan restu orang tua. Bukan hanya itu, cinta mereka terhalang sesuatu yang sampai kapan pun mereka tak akan bisa bersama. Senja, gadis strict parents yang tak di biarkan ayah nya jatuh cinta sebelum waktu nya, karena itu hal yang sangat di larang oleh agama nya, terlebih Senja adalah anak perempuan satu satu nya dari 5 bersaudara. Langit, pria angkuh namun humoris yang selalu di tuntut ini itu oleh ayah nya, selalu di salahkan dalam hal apapun, dan tidak di biarkan bahagia sedikit pun oleh ayahnya. Sehingga Langit mencari kebahagiaan di luar rumah dan mencari cara bagaimana dia bahagia. Dan beruntung dia bertemu Senja yang membuat dia bahagia selain dunia luar nya. "Cinta gue ke lo itu layak nya angin, nggak terlihat namun terasakan" Apakah keduanya akan bersama? Bagaimana kelanjutan nya? Penasaran? Mari kita pecahkan teka teki cinta mereka! Ayok ikutin cerita Langit Senja sampai ending. NOTE: jika ada kesamaan tempat,tokoh maupun cerita nya mungkin itu ketidaksengajaan, karya ini resmi dari hasil buah pikir saya, tidak ada unsur plagiat ataupun menjiplak. satu lagi ini bukan FF TAEYONG, makasi Stopp! Plagiat!!
You may also like
Slide 1 of 9
Langitra  cover
My Eternal Moon [ End ✔️] cover
LANGIT untuk SENJA [FINISHED] cover
Petikan Lingga cover
Langit Senja [end] cover
Cerita di Balik Senja cover
Cerita dari Senja cover
Sandyakala [TAMAT] cover
Senja di Langit Biru [Complete]  cover

Langitra

57 parts Ongoing

"Stop suka sama gue, stop buat ngejar gue, ilangin perasaan sialan Lo itu!" Langit bergegas pergi meninggalkan Jelita sendirian. Lagi. Apa yang Langit katakan? Perasaan sialan? Seperti itu kah perasaannya bagi Langit? Jelita tertunduk lemah. "Gue nggak bisa, Lang," lirih Jelita. Ada apa dengan Langit? Kenapa sikapnya begitu mudah berubah? Baru kemarin rasanya Jelita senang dengan sifat Langit yang sedikit berubah padanya. Baru kemarin Jelita merasa kalau Langit akan mulai menerimanya, tetapi kenapa sekarang begini? Lagi-lagi Langit memberikannya harapan palsu, atau dia yang terlalu berharap? # Langitra Adhitama # Jelita Januar