We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
EIT'S, SATU METER!

EIT'S, SATU METER!

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 29, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Bahkan, untuk menggunakan bahasa isyarat pun kau tetap tidak mengerti dengan perasaan yang selalu terpendam ini."-Langit Abiaksa "Padahal aku juga cukup menarik, tetapi kenapa dia selalu melirik ke kiri?"-Senja Salkara. ****** "Senja, kalau semisal suatu saat gue khianati persahabatan kita, gimana reaksi lo?" tanya pemuda yang duduk di samping Senja. Senja menoleh, gadis itu menatap lekat wajah yang menjadi lawan bicaranya. Anggukan kecil serta senyum ia berikan kepada pemuda itu. "Gue gak bakal maafin lo kalau sampai hal itu terjadi!" jawabnya seraya mengalihkan pandangannya. Langit-pemuda itu terdiam. "Tapi sayangnya sekarang udah terjadi." •••
All Rights Reserved
#226
karangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita di Balik Senja
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • Senja dan Jingga
  • Petikan Lingga
  • SENJA KU SENJA MU
  • Langitra
  • Sandyakala [TAMAT]
  • LANGIT untuk SENJA [FINISHED]
  • Rannia√
  • Langit Senja [end]

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines