Diary Gendis

Diary Gendis

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 25, 2023
WpInfo
Non-Fiction
● BASED ON TRUE STORY ● Menceritakan kisah tumbuh kembang gadis kecil bersama ayahnya melalui sudut pandang si anak sejak usia belia hingga dewasa menggunakan sudut pandang pertama, sehingga pembaca dapat merasakan dirinya sebagai pelaku tokoh utama karya ini didedikasikan untuk rahimahullah Ayah tercinta sekaligus sebagai kenangan cerita berkesan antara author dengan Ayahanda tercinta semasa hidup [ Satu hal yang aku sukai tentang tulisan, dia tidak pernah berubah meski semuanya telah berubah ] [ Terkadang kita baru menyadari nilai dari suatu peristiwa, saat hal itu telah menjadi kenangan ]
All Rights Reserved
#53
bapak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NESTAPA [On Going]
  • BABY TOMY
  • Cerita cinta ku
  • Shorts Story
  • Mengharapkan Pelangi (Antologi)
  • 6. Seong-Ingilo ( 성인기로 )  ✔
  • EVERYONE
  • Noda dalam Cinta
  • KATANYA CEMARA

"Nestapa" kisah tentang seorang anak perempuan yang terlalu cepat memahami arti retak. Kiara lahir di rumah yang dulu dipandang sempurna. Rumah yang hangat, rapi, dan sering dijadikan contoh oleh orang-orang di sekitarnya. Sebagai anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama, ia tumbuh dengan bahu kecil yang sudah dibiasakan menanggung harapan. Ia belajar tersenyum lebih dulu sebelum mengeluh. Ia belajar mengalah sebelum meminta. Namun kesempurnaan itu tidak abadi. Ketika ayahnya berubah, suara yang dulu menenangkan menjadi meninggi, tangan yang dulu melindungi berubah menyakiti, dan kesetiaan perlahan tergantikan oleh perempuan lain. Kiara tidak hanya kehilangan figur, ia kehilangan rasa aman. Sejak saat itu, rumah bukan lagi tempat pulang, melainkan ruang yang penuh kehati-hatian. Kiara tidak pernah benar-benar menangis di depan siapa pun. Ia hanya menyimpan. Maka ketika Naren datang di masa SMP-nya dengan perhatian yang tulus dan kedekatan yang tumbuh tanpa diminta, Kiara tidak serta-merta membuka diri. Ia menyukai, tapi ia takut. Ia dekat, tapi ia menjaga jarak. Trauma membuatnya percaya bahwa mencintai terlalu dalam hanya akan berakhir seperti yang ia saksikan di rumahnya sendiri. Dan ketika fitnah memisahkan mereka, ketika Naren memilih melepas dengan alasan yang terasa janggal dan menyakitkan, Kiara kembali pada satu hal yang paling ia kuasai: diam. Di situlah nestapa itu tinggal. Bukan dalam jerit, bukan dalam amarah yang meledak. Melainkan dalam senyum yang tetap terpasang, dalam langkah yang tetap berjalan, dalam hati yang pelan-pelan belajar menanggung sendiri. Nestapa bukan sekadar kesedihan. Ia adalah perjalanan seorang anak perempuan yang dipaksa dewasa oleh luka, yang tetap berdiri meski tidak pernah benar-benar utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines