Only Hope

Only Hope

  • WpView
    Reads 175,985
  • WpVote
    Votes 11,383
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2015
Kara menangis sesenggukan. Tahu bahwa dia takkan pernah bertemu dengan anak-anaknya. Tahu dia takkan pernah melihat mereka. Tahu bahwa dia tidak bisa memberikan ASI setidaknya untuk satu kali saja. Dia tidak tahu wajah anak-anaknya, juga nama mereka. Apakah laki-laki yang kini telah menjadi mantan suaminya itu tidak mempunyai setitik saja belas kasihan padanya ?
All Rights Reserved
#336
kara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aruna (Terjerat Cinta Dan Benci)
  • LEGAWA
  • The Chance
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • WHAT'S GOING ON WITH ME
  • Never Forget You [2]
  • " Datang Untuk Pergi "
  • Cintaku Salah Kamar

Blurb: Aruna tidak menyukai segala hal yang berhubungan dengan Andini, sang kakak tiri yang selalu berhasil membuatnya tersisih di dalam rumah sendiri. Sebagai satu-satunya orang yang dekat dengan Aruna, Leon mengetahui jelas bagaimana kebencian itu terbentuk di hati Aruna. Hingga Aruna yakin Leon akan selalu berada di pihaknya. Tapi keadaan berubah, Aruna merasa terhianati ketika Leon menjalin hubungan dengan Andini. Detik itu juga Aruna memutus semua komunikasinya dengan Leon. Dua tahun berlalu, sang ayah di tengah keadaannya yang sekarat meminta Aruna untuk menikah dengan Leon. Aruna tentu saja menganggap permintaan papanya hal yang konyol. Selain karena Leon masih menjalin hubungan dengan Andini, Aruna juga sudah mematikan hatinya untuk pria itu. Jangankan untuk tinggal bersama, melihat wajahnya saja Aruna sudah tak sudi. Namun sayangnya penolakan keras Aruna terpatahkan ketika Leon justru menerima permintaan papa Aruna untuk menjadi menantunya. "Belum terlambat! Kamu masih punya waktu untuk membatalkannya dan kembali pada Andini!" Aruna menatap Leon dengan benci. Leon mengulum senyum, kemudian menutup jaraknya dengan Aruna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines