Cerita Satu Babak: Niel

Cerita Satu Babak: Niel

  • WpView
    Letture 19
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, apr 25, 2023
WpInfo
SAGGISTICA
Matanya menatap kosong ke arah deretan kursi lusuh yang tertumpuk, kemudian beralih menatapku, "Niel." Ia menyodorkan tangan, berniat bersalaman. Namun, aku tak bisa menyentuhnya sama sekali. "Mari berteman." #Cerita satu babak hanya berisi satu cerita. ( cover dibuat menggunakan canva)
Tutti i diritti riservati
#313
darkfantasy
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Disguise... [END]
  • WHO ?
  • NIDA ( END )
  • About Me & You
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Necrosing Voyager [END]
  • Tegas Sirgantara
  • My Mysterious Man
  • psychologycal

[Cerita kedua yang Saki buat di Wattpad, tahun 2014, masih sangat belajar waktu itu. Maka dari itu maaf kalau alay dan gaje. Manusia hidup nggak langsung dewasa, kan?] 😂😂😂 "Jangan sampai lo jatuh cinta sama gue." Zia menoleh tidak percaya, menghadap Ardi yang kini asik duduk santai di tempat tidurnya. "Hah! Tenang saja! Gue nggak akan jatuh cinta sama lo, kok! Idih kepedean banget sih jadi orang?" Cibir Zia kesal. Kok bisa-bisanya ada mahluk sepercaya diri itu. "Bukan gitu, makanya kalau orang lagi ngomong dengerin dulu sampe selesai. Maksud gue, gue nggak akan bilang hal kayak yang tadi gue bilang itu. Gue nggak bakal ngelarang lo jatuh cinta sama gue. Ya secara gitu banyak cewek di luar sana yang ngelihat gue aja mereka langsung jatuh cinta. Masa iya gue ngelarang istri gue sendiri jatuh cinta sama gue, ya nggak? Jadi kalau lo cinta sama gue duluan bilang aja, mungkin bakal gue pertimbangkan..." Timpal pria itu tanpa beban. Reaksi Zia? Jangan ditanya, gadis itu sudah memutar bola mata malas dan hampir muntah karena muak mendengarnya. Ya Tuhanku... boleh nggak sih Zia lempar sisir yang ada di tangannya itu ke mulut lawan bicaranya? Kok ada sih spesies macam ini, jadi suami Zia pula. Entah harus punya kesabaran sampe mana untuk menghadapi mahluk macam dia. Cerita lengkap bisa dibaca di applikasi KUBACA, bisa cari akun sa_saki di sana. Thank you :D Published Januari 2014

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti