"Wi... Jangan terlalu keras sama diri lo sendiri." "Apa maksud lo? " "Tak sedikit gue denger, banyak lelaki yang ingin bersama lo, bahkan permohonan untuk dekat pun lo gak mau. " "Lalu? " "Cobalah membuka hati wi." "Gara! Maaf sebelumnya, tapi sebelum lo mengatakan kalimat itu, akan lebih baik jika lo bercermin dulu." "Kenapa jadi bercermin? Ini gak ada sangkut paut nya wi. " "Sulit untuk mempeecayai ucapan laki-laki Gar. Gue gak tau mana yang tulus sama gue. Dan apa lo sadar? Kenapa gue sebegitu takutnya untuk mempercayai lelaki?, yaa! Itu karna lo."tunjuk Dewi ke arah Gara. "Lelaki yang dulu paling gue percaya, lo mengumbar seribu janji sama gue. Meyakinkan gue dengan segala macam cara, tapi apa? Lo menghkianati gue untuk kesekian kalinya Gar! Lalu? Gue harus percaya laki-laki lagi?, kalau begitu coba beri tahu gue, kalimat seperti apa yang bisa gue percaya dari laki-laki?" tanya Dewi semakin menggebu.All Rights Reserved
1 part