Alana Second Life

Alana Second Life

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 28, 2023
Alana Briliant (26) tidak menyangka bahwa akhir hidupnya sangat mengenaskan. lelaki yang sangat dicintainya ternyata berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Tapi, siapa yang menyangka bahwa alana terbangun di tubuh Savita Alana. Seorang Antagonis yang dia ciptakan sendiri di novelnya yang berjudul "Dear reina" "Tuhan, apakah ini karna aku memberi dia nama yang sama dengan namaku? tapikan bukan berarti aku ingin hidup menjadi antagonis tuhannnnnnn" Bisakah alana mengubah takdir buruknya menjadi takdir yang baik dinovel yang di tulisnya sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menentukan Takdir Antagonis
  • Rewrite Destiny: The Villainess's Redemption
  • I Became The Antagonist
  • Takdir di Tubuh Antagonis
  • MANIAC
  • I'll Save the Antagonist Sister [COMPLETE]
  • CARA LARANA
  • Aku Pergi
  • tranmigrasi Ariyana

Setelah kematiannya yang tragis, ia terbangun bukan di alam baka-melainkan di tubuh figuran wanita dalam sebuah novel dark-romance penuh kekejaman dan intrik. Namanya kini Axellia Jocelyn, sahabat setia dari antagonis pria yang dikenal bengis, sadis, dan tak punya belas kasih. Namun ini bukan sekadar perpindahan jiwa biasa. Ia diberi misi oleh pemilik asli tubuh Axellia: lindungi sang antagonis dari protagonis pria, seorang karakter "hero" yang ternyata jauh lebih kejam dan manipulatif daripada yang digambarkan dalam cerita. Sebagai sahabat satu-satunya yang berani menasihati sang antagonis, Axellia berada di tengah dua kutub kekuatan-cinta yang menghancurkan dan kebencian yang membunuh. Dalam dunia fiksi yang tak mengenal belas kasih, ia harus melindungi sosok yang seharusnya jatuh dalam kehancuran. Dan taruhannya? Tubuh abadi. Hidup selamanya. Kebebasan dari kematian. Namun semakin ia terikat pada dunia ini, perasaannya mulai terikat pada sang antagonis yang perlahan menunjukkan sisi manusiawinya. Dan saat batas antara fiksi dan realita mulai kabur, ia harus memilih: tetap menjadi figuran abadi... atau mengubah akhir cerita yang sudah ditakdirkan. "Aku bukan protagonis. Tapi kali ini, akulah yang akan menyelamatkan tokoh yang paling ingin dihancurkan oleh dunia."

More details
WpActionLinkContent Guidelines