Number 505

Number 505

  • WpView
    Dibaca 60
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 28, 2023
WpInfo
Fiksi
Misteri
Soal cinta luar biasa. Lama-lama bisa gila. Potongan lirik lagu itu sukses merepresentasikan betapa peliknya urusan cinta. Cinta itu bak buah simalakama, kita tak bisa menuntut orang lain untuk balik mencintai kita setulus yang kita lakukan. Itulah kalimat mantra sakti mandraguna yang kerap kali Adhia tanamkan saat ia terpesona pada lelaki tampan yang hatinya masih tertaut pada almarhumah adiknya. Sekeras apa pun mencoba, Adhia selalu gagal melepaskan perasaan yang bergejolak di hatinya. Meski sebuah tragedi masih belum usai dibahas tentang rumor kematian sang adik yang memiliki keterkaitan dengan lelaki itu. Kembali lagi, cinta menjadi buah simalakama baginya. Satu sisi ia begitu mencintai lelaki itu, tetapi di sisi lain ia bertekad harus menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian adiknya. Apakah Adhia sanggup mengesampingkan rasa dan fokus pada tujuannya? Atau justru berpikir untuk menyerah dan menutup kasus itu segera? Lalu, apakah sudah benar terbukti bahwa lelaki itulah pembunuh adiknya sendiri?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#536
bunuhdiri
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Abidzar
  • Meneroka Jiwa 2
  • Menjaga Monster
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Dark School 2022
  • Juan [REVISI]
  • Trauma Is Real
  • Diary Anara
  • Loose Cannon
  • your love like pyshco?
Abidzar

Entah bagaimana kehidupan pernikahan yang di jalani tanpa rasa cinta melainkan rasa benci Bayangkan bagaimana menderitanya seorang Adzkia yang harus menerima kenyataan bahwa seorang. Yang di cintanya harus pergi meninggalkannya terlebih dia yang di tuduh menjadi pembunuhnya dan harus menerima dinikahi oleh adik sang kekasih hanya untuk balas dendam. Namun siapa sangka di balik adanya dendam yang ada di dalam hati Abidzar ada rasa cinta yang teramat dalam karena dengan adanya ketulusan dan kebaikan dari seorang Adzkia mampu memudarkan rasa benci seorang Abidzar dan ragu kalau dia yang telah membunuh kakaknya. "Kia gue boleh minta sesuatu gak sama Lo?"- Abidzar jaya Atharaska. "A-apa, apa yang mau Kamu minta dari aku" -Adzkia shaqeena afzeen. "Gue mau lo lupain Abiyan" -Abidzar jaya Atharaska. "Maaf ka tapi kalo soal itu aku gak bisa" -Adzkia shaqeena afzeen.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan