Story cover for Help Me by lele_fuj06
Help Me
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 26, 2023
Tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada melihat dengan mata kepala sendiri jasat sahabat terdekat kalian dengan keadaan yang mengenaskan.

Wajah yang dulu di hiasi senyum manis dan wajah konyol itu kini digantikan dengan darah dan wajah yang hancur seperti di hantam dengan benda keras berkali-kali.

Kulit putih yang dulu terasa halus, kini berganti menjadi pucat dan banyaknya sayatan di tubuh.

Tidak ada lagi suara tawanya, yang ada hanya suara tangisan orang di sekitarnya.

Tidak ada lagi lane up yang sempurna, yang ada hanya kalian kekurangan 1 player.

Tidak ada lagi kata "Gue mau pake baju hitam ya~" yang ada hanya Gaun putih bersih.

Semua hilang,bahkan persahabatan yang dulu harmonis kini berubah menjadi perseteruan tiada akhir.

"Tolong..."

"Maafin gue"
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Help Me to your library and receive updates
or
#149help
Content Guidelines
You may also like
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
LOVE  SAID (Terbit Versi E-book) by HayyunLee
18 parts Complete Mature
Warning⚠️ Sebagian bab sudah di hapus untuk kepentingan proses penerbitan. Cek versi E-Book di sini👇👇👇 https://play.google.com/store/books/details?id=5XHVDwAAQBAJ ***** "KAU benar-benar kejam! Aku tak akan pernah memaafkanmu." Gadis itu tak hentinya mengutuk, memaki dan menghina pria dihadapannya. "kau bajingan! Brengsek! Enyahlah dari hadapanku!" paki gadis itu lagi, matanya melotot menyiratkan kebencian yang mendalam. Mengapa harus dia yang menerima imbas dari kesalahan yang tak pernah ia lakukan. Gadis itu sudah terlihat kacau, bajunya yang lusu dengan sedikit sobekan, rambutnya yang acakan, dan ada sedikit darah dibibirnya. Tak Cuma itu masih ada bekas cakaran disekujur lengan dan lehernya dan wajahnya yang sudah kelunturan make-up akibat air matanya yang tak berhenti menetes. Bukannya iba pada gadis malang itu, Pria bermata biru nan tajam itu malah menatap gadis di depannya dengan seringai penuh kebencian. "tanpa kau suruh pun aku akan pergi, aku tak sudi melihat tampang jalang mu." Ucap pria itu sarkatis. "pergi kau brengsek! Bajingan! PERGI!!" teriak gadis itu begitu menggema diruangan yang sudah kelihatan seperti kapal pecah. BRAKK... suara hantaman pintu, menandakan pria bermata biru itu telah pergi. Siapa sangka hari yang sudah ditunggu-tunggunya menjadi hari yang paling dibencinya. Pria itu, datang kepadanya dengan sejuta pesona. Menawarkan sebuah kebahagian yang membuatnya seakan melayang, namun semua itu palsu. Semua itu hanya kamuflase yang telah direncanakan untuk menyakitinya.
You may also like
Slide 1 of 9
TIME will TELL {On Going} cover
Monokrom [Vmin]✔ cover
ALEYA~~ cover
LOVE  SAID (Terbit Versi E-book) cover
Gevan (BL) End ✅ cover
the other side cover
Get Into Trouble [Complete] (AKAN DIHAPUS!) cover
Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔ cover
Ma Boy [SELESAI] ✔ cover

TIME will TELL {On Going}

15 parts Ongoing

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡