We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
STEPDADDY

STEPDADDY

  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 27, 2023
WpInfo
Fanfic
Jujutsu Kaisen
Nobara menampar lenganmu saat sampai di rumah. Ia terkejut dengan pemandangan yang baru di rumahku, wajahnya terkejut dengan mata yang membelalak serta mulut yang membentuk o yang ditutup oleh telapak tangannya. Saat sampai di kamar, ia kembali menampar lenganku kali ini lebih keras. "Apaan sih lu dari tadi?!" "Sumpah yang di ruang baca tadi bokap tiri lo?" Aku hanya berdehem mengiyakan pertanyaannya. "Itu mah bukan stepfather lagi, seksi banget" Aku menaikkan alis kiriku, mempertanyakan maksud dari perkataannya."Itu mah StepDaddyh.." "Bocah gila!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : Making A Lover
  • Naruto Be Mine
  • [✔] Your Husband, or Your Boyfriend? // Hyungwonho
  • Something Wrong
  • The Beloved Mr Bad
  • Saturnus,Uranus,Neptunus [BXB] [BL]

Update DI usahakan Setiap Hari (BXB) / YAOI [NARUTOXSASUKE] "Ini Naruto" "Apakah kamu masih tidur? Ini jam 11 pagi" Terdengar suara gerah dan pipi Naruto langsung merona. "Tidak" "Kamu pasti" Bagaimana dia bisa tahu? "Apakah kamu mempermalukanku karena tidur sekarang?" "Siapa bilang aku mempermalukanmu?" "Suaramu mengatakan itu semua" balas Naruto, dan dia mendengar tawa rendah dari gagak. Garis itu menjadi sunyi selama beberapa detik. "Aku mulai berpikir kamu tidak akan menelepon," kata Naruto di telepon. "Kau berutang padaku, ingat sejak aku merawatmu dengan baik" balas Sasuke. Naruto merasa dirinya bergerak pada implikasinya. "Anda secara teknis hanya menghina saya, beberapa kali jika saya ingat dengan benar" "Bukannya kamu tidak menghinaku kembali, itu tidak mungkin seburuk itu mengingat bagaimana semuanya berakhir di ruang pemeriksaan" "Sepertinya kamu memiliki penampilan yang patut disyukuri untuk itu" jawab Naruto, kembali ke olok-olok seperti yang mereka lakukan di rumah sakit. Tekad Naruto untuk terus melihat gagak menetap. "Tapi bagaimana kalau kita terlibat dalam sesuatu yang sedikit lebih substansial" Yang diharapkan akan mengarah pada lebih banyak seks. "Seperti?" "Bagaimana kalau aku membelikanmu minuman?" "Aku shift malam ini" jawab Sasuke.

More details
WpActionLinkContent Guidelines