BLACK AND WHITE

BLACK AND WHITE

  • WpView
    MGA BUMASA 42
  • WpVote
    Mga Boto 13
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, May 10, 2024
" Kak udah mau malem, Naila duluan ya " Naila berdiri menepuk roknya yang sedikit berdebu, " Oh iya, makasih buat baju Naila " , gadis itu menundukkan kepala. Tersenyum kecil sebelum akhirnya melangkah pergi, Aksa mengangguk samar, ikut beranjak. " Bareng gue " Aksa menawarkan, Naila mendongakkan kepalanya, menatap Aksa. " Naila bisa pulang sendiri " " Udah maghrib, ga keburu nunggu angkutan " kekeuh Aksa, ia mendahului Naila, menghadang jalan, " lo taruh tas di tengah biar ga kesentuh " lanjutnya. Naila masih ragu apakah boleh ia seperti ini, Aksa lebih dulu berjalan, mengambil motornya yang tak terparkir jauh, kembali menghampiri Naila. Aksa mengisyaratkan Naila untuk naik, tapi ia menangkap keraguan di manik mata Naila. Tiba tiba saja sebuah ide terlintas di benaknya, ia membuka kancing jaket yang ia kenakan. " pake ujung jaket gue buat pegangan " Naila mengembangkan senyumnya, baiklah lagipula ia harus mengejar waktu ---- (?) ---- Mereka berdua selalu menjalin chemistry sederhana dan apa adanya **UPDATE SETIAP HARI RABU ^^ *** Jangan lupa meninggalkan vote dan komen ya, untuk mendukung author ^^ *** ••• Pesan dari author, kalau kalian suka cerita ini, tolong bantu share ya, Author sangat berterima kasih atas dukungan kalian ••• # *selamat menikmati karyaku* #
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Arsyilazka
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • SLOWLY
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • AKSATA (SELESAI)
  • ||Perjodohan||✓
  • AL AL GANG [Complicated]

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman