Sayonara, Sky

Sayonara, Sky

  • WpView
    LECTURES 94
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., avr. 27, 2023
Pertemuanku dengannya cukup konyol. Saat sekolah sudah sepi, aku naik ke atap dan meneriakkan semua kekesalanku di sana. Tanpa sadar, pemuda itu juga ada di tempat yang sama dan mendengarkan semuanya. Selama enam bulan aku bersekolah di sana, belum pernah kulihat sosoknya. Namun sejak saat itu, dia seperti hantu yang kulihat di mana saja. Bahkan tiba-tiba suatu hari ia sudah berada di depan rumahku! Dan saat berada di dekatnya aku merasa nyaman seperti sudah mengenal betul sosoknya. Hingga suatu ketika, aku menemukan sebuah potret bagaikan keluarga kecil terselip di bukunya. Siapa yang ada di sana?
Tous Droits Réservés
#11
japanesse
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Chiisana Tenohira
  • Unbroken Adores #2 ✔
  • different world (Kuroo x readers) [End]
  • ZIE
  • Can't Break (END) KTH✔
  • When Love is Breaking
  • Sakura: MSDK✓ [ SasuSaku ] END

Hanya bisa tersenyum dari kejauhan dan selalu merasa bahagia walau hanya melihatnya dari kejauhan saja. Aku sangat menyukainya, tapi aku tak bisa berbuat apapun untuk bisa membuatnya tahu tentang perasaanku kepadanya. Bahkan sampai dia pergi dua setengah tahun yang lalu, masih terlihat jelas diingatanku terakhir kali aku melihatnya. Ketika itu fuyuyasumi sedang berlangsung, dan saat itu pula aku masih duduk dibangku kelas dua SMP. Aku dan ayah menjemput kedatangan nenek dan kakek di bandara. Tak sengaja aku melihatnya bersama seorang lelaki dewasa yang mengenakan mantel berwarna hitam duduk tepat disampingnya. Aku rasa itu ayahnya. Mereka duduk diruang tunggu bandara dengan tas dan koper yang mereka bawa. Saat itu, aku bertanya-tanya sedang apa dia di bandara. Perasaanku bercampur aduk dengan banyak pertanyaan bersarang dikepalaku. Mungkin mereka pergi berlibur? Tapi tetap saja aku takut sesuatu hal yang tak kuinginkan terjadi. Tak lama kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ruang tunggu. Saat fuyuyasumi berakhir, di hari pertama kembali ke sekolah aku tak pernah melihatnya lagi. Ternyata sesuatu hal yang kutakutkan benar terjadi. Bahkan sudah dua setengah tahun berlalu aku tak pernah melihatnya lagi.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu