Black Pearl [BL]

Black Pearl [BL]

  • WpView
    Reads 29,311
  • WpVote
    Votes 1,109
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Mar 22, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ombak membawaku padanya, kepada sang keindahan di Palung Mariana. Keindahan itu tersenyum lalu berkata, "Halo, aku Helios." Seperti matahari yang terbenam di langit barat, hidupku pun berubah menjadi lebih hangat. ⁠✿ Cerita merupakan fiktif belaka, semuanya murni pemikiran dari author. ⁠✿ Cerita ini BXB!!! Diharapkan tidak salah lapak!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Namanya Sabita [Terbit]
  • love story in greek mythology || Straykids ver
  • Lost Star (Tidak Lengkap, Sudah Terbit di Galaxy Media)
  • Top On You《END》
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Moonlight [Chanyeol exo]
  • 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐀𝐭𝐭𝐚𝐥𝐚 [𝐁𝐋] END
  • SUN ☀

Ini tentang Sabita, pemilik senyum pura-pura. Senyumnya manis, tapi ada kesedihan yang ia coba tutupi. Pindah sekolah dari Bandung ke ibu kota menjadi awal kehidupan barunya dimulai. Satu yang ia sukai saat menatap langit malam, bulat sabit. Menurutnya melihat bulan sabit sama saja melihat orang yang ia cintai tersenyum. Sabita menganggap ayahnya sedang tersenyum padanya dan mengawasi di atas sana. Disekolah baru, Sabita tak menyangka akan begitu banyak orang yang menyayanginya, sampai ia bertemu dengan penghuni bumi menyebalkan bernama Aditya. Cowok super dingin yang selalu membuatnya kesal. tapi satu yang Sabita tau, Aditya baik. _____ "Nama?" tanya cowok itu dingin. "Maksudnya, nama aku, Kak?" "Siapa lagi, hmm?" "Sabit, Kak." "Oh, Bulan." "Bukan Bulan. Nama aku Sabita, gak pake bulan sabit." "Oh, yaudah." Sabita diam. "Gak ada niatan pindah tempat?" "Siapa?" "Yang nanya. Lo, lah." "Oh, maaf." ____ "Senyum lo manis, tapi percuma kalo itu cuma pura-pura. Orang lain mungkin ketipu, tapi gue nggak bodoh." - Aditya - "Bukan pura-pura, tapi lebih baik menyembunyikan luka, dibanding mengharap belas kasihan." - Sabita -

More details
WpActionLinkContent Guidelines