TOPENG ILUSI

TOPENG ILUSI

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 28, 2023
TOPENG ILUSI [sebuah perjalanan mencari kebahagiaan] Kau berharap ini cerita cinta remaja seperti pada umumnya? Jangan terlalu berharap. Karena cerita ini hanya berkisah tentang seseorang yang memiliki sakit mental namun dirinya hanya bisa bersembunyi di balik topeng ilusi. Hanya berpura-pura tertawa, padahal aku tidak bahagia. saking aku sakit mental, dinasihati rasanya seperti dibully. Aku punya trauma yang semua orang tak pernah mengerti. mereka bilang aku aneh, mereka bilang aku hanya beban, keluargaku tak seindah keluarga orang lain. bagaimana aku bisa merasa bahagia dengan semua ini? dari banyak hal yang membuatku sedih, suatu hari aku menemukan jawaban kebahagiaanku. aku menemukan titik dimana aku mengerti bagaimana cara aku bisa memegang kendali kebahagiaanku. bahkan air mata itu bisa kuubah menjadi senyuman yang tak akan bisa dihilangkan. beginilah kisahku.
All Rights Reserved
#167
selfhealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Archetypal [Terbit]
  • Letters for Self
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Breathe
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • Cerita Tentang Kita
  • Rasa Tanpa Kata

[WARNING! 18+] [DISTURBING, VIOLENCE, TRIGGER CONTENT!] * Apa yang istimewa dari hidup? Jika pertanyaan itu diberikan pada Ruby, maka jawabannya tidak ada. Memang tidak ada yang istimewa. Berkabut kelabu semua. Rumah, tempat yang seharusnya jadi sahabatnya untuk terus hidup itu sudah lama rusak. Keluarga, yang seharusnya jadi lentera juga sudah lama padam, yang tersisa hanya dingin, beku, dan sesak. Jadi, semua hal di dunia ini bagi Ruby hanya susunan konstelasi kosong yang sudah lama mati dan gelap gulita. Hingga siang itu, di bawah pohon rambutan tua itu, seorang anak laki-laki seusianya datang menyerobot duduk di samping Ruby seperti orang gila---atau mungkin memang demikian karena ini rumah sakit jiwa. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Aku Navi Renggana. Kenapa wajahmu ditekuk terus? Mau bercerita? Tenang saja, aku ini orang gila." ©️Mayaothra 240721

More details
WpActionLinkContent Guidelines