Let's Play To Game

Let's Play To Game

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 28, 2023
apakah perasaan balas dendam bisa di lupakan dengan rasa cinta yang sudah lama tinggal. atau bisakah rasa yg telah kita harapkan tidak sesakit saat ditinggalkan.entah sejak kapan ini sudah di mulai. korup, ilegal, pembunuhan, ketidak adilan, kekuasaan, kepercayaan, keberanian, dan kebohongan. semua itu di lakukan oleh siapa saja di dunia ini, sebaik apapun seseorang ,tidak mungkin.tidak pernah membuat kesalahan. "semua ini adalah tipuan, kau tidak seharusnya mempercayaiinya"wanita itu sebisa mungkin membuat saudarinya percaya perkataannya, wajah frustasi tertampang jelas di wajah datarnya. "kau t'k mengerti apa yg kurasakan, aku tau siapa dirinya"saudarinya menyangkal perkataan wanita itu "bullshit"ucap wanita itu geram, lalu meninggalkan saudarinya sendiri di ruangan kerjanya. _ _ _ _ _ _ ini cerita pertama ku, jadi maklum typo banyak bertebar disini ⚠️dilarang jiplak klo penasaran baca,klo gk suka gk papa PERINGATAN:TYPO BERTEBARAN paham😘
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sleeping With My Boss
  • My Secret Memory [TAMAT]
  • Pushy Boy (Cowok Pemaksa) END
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Biarkan Aku Mencintaimu [COMPLETED✔]
  • " 𝑺𝒌𝒚-𝑹𝒂𝒊𝒏 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒆𝒔 𝑨𝒏𝒅 "
  • Psikopat Digital? [End]
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)

Adult Romance 21+ "Jangan, Pak Darell! Jangan! Ini sama saja dengan membunuh nama baik saya, Pak." Fiona meraih pakaiannya dan segera mengenakannya dari balik selimut. "Kamu harus bangga bisa tidur sama saya." Fiona tak habis pikir dengan pria ini. Melakukan kesalahan fatal harus dibanggakan karena melakukannya dengan atasannya sendiri, sedang Fiona tahu mereka berdua tak memiliki status apa pun kecuali atasan dan bawahan. "Apa Anda sinting?!" Fiona bangkit dari ranjang dengan sewot. Dia tidak tahu kalau Darell adalah pria yang memiliki ego tinggi hingga Fiona harus bangga tidur bersamanya. Tapi, bagi Fiona apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Kesalahan fatal dan semakin fatal karena pria yang berhasil menyentuh tubuhnya adalah pria narsistik. "Well, anggap saja aku salah ngomong tadi. Aku pikir kamu senang kalau kita melakukannya." Wajah pria itu tampak bersalah, tapi tidak membuat kemarahan Fiona berkurang. "Aku mabuk karena marah kekasihku telah mengkhianatiku. Dia menjalin hubungan dengan Deon." Fiona kembali tercengang. "Pak Deon?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines