Menuju Rembulan

Menuju Rembulan

  • WpView
    Reads 1,069
  • WpVote
    Votes 348
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 1, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Rembulan, sesulit itu, ya, Mama dan Papa bersama lagi? Rasanya seperti tidak mungkin." Setelah kedua orang tuanya berpisah, kehidupan gadis kecil itu seketika berubah. Dara tak lagi bisa menghabiskan hari-harinya bersama kedua pilar hidupnya, melainkan hanya bersama satu diantara mereka, itu juga jarang sekali, karena Mama selalu sibuk, dan Dara? Hanya bisa menunggu tanpa melakukan apapun. Rembulan malam yang menjadi saksi torehan hati gadis berhati lembut yang pandai memendam lukanya, terpendam semakin dalam, dan dalam. Hanya rembulan yang setia menemani setiap malamnya tanpa mengharapkan apapun, dan selamanya akan selalu seperti itu, tidak akan pernah berubah. Bagaimanakah kisah gadis kecil yang kesepian ini? Mungkinkah Dara dapat menyatukan kedua orang tuanya kembali? Atau justru ia akan tumbuh dewasa sebagai gadis yang haus akan kasih sayang dan perhatian? "Dunia tidak membiarkanku bahagia, maka lepaskan aku terbang menuju rembulan." _Aldara
All Rights Reserved
#198
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Rose
  • Kembar Berbeda [TERBIT]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Lonely But Its Okay
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Broken Home [Alexa-Kang Daniel]
  • AFKARA [END]
  • The Dark Side(END)
  •  HAZELA

"Nanti siang Sarah datang. Dia ingin bermain bersama kakaknya." La Lembah memandang pesan singkat di layar ponselnya. Seperti ada yang menaburkan bubuk cabai di kelopak matanya, tetapi air matanya sudah terlanjur kering sejak lama. "Saya anak tunggal." Ketik Lembah. "Jangan egois. Dia adik kamu." Tawanya terdengar, tetapi bukan tawa bahagia seperti yang diharapkan semua orang. Tawa menyakitkan yang syarat akan kesakitan. "Dia anak papa, bukan adik saya." "Berkali-kali saya ingatkan, La Lembah adalah anak tunggal. Tidak punya saudara, termasuk adik dan juga kakak." "Dia anak papa, berarti juga adik kamu." "Dia memang anak papa, tapi bukan adik saya." "Bahkan jika bisa, saya ingin berhenti menjadi anak Anda." Matanya perih, tetapi tak ada satu tetes pun yang ke luar dari sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines