REVANYA

REVANYA

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 8, 2023
Saling mengucap amin, meski berbeda iman. Dengan sepenuh hati berdoa, meski tak bisa ber dua. Tuhan tidak pernah jahat, tapi kita yang menentang akal sehat °°°°°°°°°°°° "Cinta kita gak akan bertahan" "Kenapa" "Karena saingan kita adalah tuhan" °°°°°°°°°°° ~senin 8 mei 2023~
Todos los derechos reservados
#19
neza
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Living In Memory
  • CINTA UNTUK ALYA
  • NADIRAEFAL
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Coretan Kata Tanpa Rasa
  • Aku, Kamu & Keyakinan {On Going}
  • Ad Meliora || END✓
  • Abbiella[On Going]
  • Javas Drexzer [END]

Bunga matahari adalah simbol bahwa kenangan tak akan pernah pudar. Nadine percaya akan hal itu, terutama ketika melihat Narendra yang selalu memilih bunga matahari sebagai objek dalam setiap lukisannya. Namun, ia tak pernah benar-benar tahu alasan di balik pilihan itu. Hingga suatu hari, sebuah rahasia membuka luka yang selama ini tersembunyi. Sejak saat itu, bunga matahari tak lagi bermakna kehangatan, melainkan kenangan yang tak pernah berhasil dilupakan. Bahkan lukisan bunga matahari yang dulu menjadi kesukaannya selain bunga lili kini menjadi hal yang paling ia benci.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido