SARANTHA

SARANTHA

  • WpView
    Reads 2,417
  • WpVote
    Votes 862
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 19, 2025
"Jika diam bisa melindungi seseorang, maka aku rela jadi bisu seumur hidup." "Mama ga suka kamu main sama anak itu. Kalau kamu masih maksa, jangan harap bisa keluar rumah lagi!" Tapi anak kecil perempuan itu tetap pergi. Diam-diam, seperti biasa. Karena hanya dengan anak laki-laki itu, ia bisa tertawa lepas, merasa aman, dan didengar. Hari demi hari, mereka bermain bersama, membuat dunia kecil mereka sendiri yang penuh imajinasi dan rahasia. Tapi semuanya berubah ketika rumah anak itu tiba-tiba dijual. Tak ada kabar. Tak ada pamit. Hanya sunyi yang tertinggal. Suatu sore, ia berdiri di depan rumah itu-yang kini sepi dan tak berpenghuni. Di sana, tersembunyi di sudut lantai kayu yang mulai lapuk, ia menemukan sebuah kotak kecil. Usang. Berdebu. Tapi familiar. Anak itu membukanya, lalu...
All Rights Reserved
#22
alternativuniverse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • The Immortal's Undoing
  • The Bleeding Lady [completed]
  • A Place Called Home
  • NOESIS [END]
  • The Apartment [END]

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines