SARANTHA

SARANTHA

  • WpView
    Reads 2,417
  • WpVote
    Votes 862
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 19, 2025
"Jika diam bisa melindungi seseorang, maka aku rela jadi bisu seumur hidup." "Mama ga suka kamu main sama anak itu. Kalau kamu masih maksa, jangan harap bisa keluar rumah lagi!" Tapi anak kecil perempuan itu tetap pergi. Diam-diam, seperti biasa. Karena hanya dengan anak laki-laki itu, ia bisa tertawa lepas, merasa aman, dan didengar. Hari demi hari, mereka bermain bersama, membuat dunia kecil mereka sendiri yang penuh imajinasi dan rahasia. Tapi semuanya berubah ketika rumah anak itu tiba-tiba dijual. Tak ada kabar. Tak ada pamit. Hanya sunyi yang tertinggal. Suatu sore, ia berdiri di depan rumah itu-yang kini sepi dan tak berpenghuni. Di sana, tersembunyi di sudut lantai kayu yang mulai lapuk, ia menemukan sebuah kotak kecil. Usang. Berdebu. Tapi familiar. Anak itu membukanya, lalu...
All Rights Reserved
#27
alternativuniverse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • A R S E A N A
  • Resital Sunyi (End)
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • NOESIS [END]
  • Ecosillia
  • The Apartment [END]
  • The Immortal's Undoing
  • Sorry i'm late (COMPLETED)

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines