CARELIA DAN TAKDIR

CARELIA DAN TAKDIR

  • WpView
    Bacaan 20
  • WpVote
    Undian 0
  • WpPart
    Bahagian 2
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Rab, Jun 14, 2023
WpInfo
Fiksyen
Romantika
"Jangan Pulang Sebelum Ke Bandar Neira" "kau yakin ingin bertahan? jika iya, maka tunggu aku sampai kita dewasa" *** "kenapa tujuanmu Bandar Neira?" "Aku Tak punya alasan lagi untuk bertahan" "kau yakin tak ada yang menunggumu pulang?" "Tidak" "ya sudah, semoga Bandar Neira tidak membencimu karena kau pergi terlalu cepat" *** "Labuan Bajo, Jalan Malioboro, dan Bandar Neira. Jangan pergi dan jangan nyerah sebelum ke sana yah? Lia?" ***
Hak Cipta Terpelihara
#20
bandaneira
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • After You, The Rain Felt Different
  • TIREYA
  • Luka Yang Selalu Datang (END & REVISI)
  • Nayara [ TERBIT ]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School
  • Without You

"prolog" Aku selalu percaya, setiap hujan punya kenangan. Dan Bandung... menyimpan kita di antara rintiknya. Dulu, kita pernah berjalan di jalan yang sama. Saling genggam tangan, saling percaya bahwa kita akan bertahan meski apa pun yang terjadi. Tapi waktu, entah kenapa, pelan-pelan mengubah semuanya. Bukan karena kita berhenti mencinta, tapi karena kita berhenti saling memahami. Kita tumbuh... dan entah sejak kapan, kita juga menjauh. Aku masih ingat, kamu yang dulu suka nyore di taman sambil dengerin lagu-lagu mellow, bilang hujan bikin kamu tenang. Sementara aku, cuma bisa duduk diam di sebelahmu, berharap kamu nggak sadar kalau aku selalu ngeliatin kamu lebih lama dari seharusnya. Semuanya indah-sampai kita salah paham. Sampai kata-kata jadi senjata, dan cinta jadi luka. Sekarang, setelah waktu memisahkan kita, aku cuma bisa bertanya dalam hati: Kalau kita dulu sedekat itu... kenapa akhirnya kita jadi dua orang asing di kota yang sama?

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi