SANG BINTANG 5

SANG BINTANG 5

  • WpView
    GELESEN 4
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Apr. 30, 2023
Kita di hadirkan di dunia layak nya super hero dalam film, yaitu menyelesaikan misi. Tentu saja kita harus menyelesaikan misi itu dengan rapi. Namun dalam perjuangan itu pasti akn ada yang namanya rasa sakit, senang, pedih, emosi dan lain sebagainya. Layak nya super hero di film kita juga harus berperan sebagai orang yang kuat menghadapi semua masalah tanpa ragu. Layak nya film superhero juga jika kita tuntas dengan misi kita dengan baik, maka pujian akan terlontarkan pada kita. Namun, ini bukan masalah superhero film. Ini adalah kisah anak pertama yang harus kuat menjalani hidup nya demi ke empat adik nya. Dan harus rela berhenti sekolah saat SMA, rela bekerja sampai larut malam demi ibu dan ke empat adik nya. Dia harus bisa mandiri setelah ayah nya yang meninggalkan ibu dan ke empat adik nya sendiri. Agra Al farez. Apakah agra mampu menjalani kehidupan ini demi keluarga nya? Apakah Agra kuat menanggung semua beban ini? Semua tertuliskan dalam cerita SANG BINTANG 5.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Giwang
  • Langkah Kecil di Dunia Farmasi
  • ARGLADIS
  • Cinta?
  • But I'm also tired
  • love in you
  • Aku Yang Selalu Diremehkan

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien