Asrar
  • WpView
    GELESEN 36
  • WpVote
    Stimmen 11
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Juli 13, 2023
"Dunia tidak menuntutmu untuk sempurna, tapi dunia menyuruhmu untuk selalu berusaha, bukan mengejar dunia tapi meraih ridho-Nya." ucap Syeira pada seorang anak yang bernasib sama dengannya. Kehidupan memang tidak kita ketahui masa depannya seperti apa, tapi di hari ini yang kita tahu kita harus tetap tegak dan menghilangkan rasa putus asa. Namun, terkadang kata-kata tidaklah cukup menghilangkan beban, karena badai terlalu hebat menghantam badan, yang telah menanggung kesedihan. Syeira Airin, entah memilih sekedar lelah atau menyerah. Perundungan yang ia dapatkan, menambah kegetiran dalam kehidupan. Ia tidak tahu apakah ia masih bisa merasakan cinta setelah sempat mati rasa atau tidak? ***
Alle Rechte vorbehalten
#234
perundungan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Waktu?
  • Arfan & Syeira
  • Halaqah Rasa
  • N E L A N G S A(END)
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • zeandra dan Marsha...
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Saat Cinta Tak Terucap

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien