We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RAISA

RAISA

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 9, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Raisa Anindita adalah anak ke dua dari dua bersaudara. Raisa memiliki kakak-Rahsya Elvano Narendra. Ia selalu di bandingkan dengan kakak nya, karena Rahsya sangat berprestasi, sedangkan Raisa tidak. Raisa selalu di tuntut untuk mendapatkan peringkat satu. Sampai-sampai Raisa di daftarkan les privat. Namun, semua itu tidak ada perubahan, Raisa di cap bodoh oleh kedua orang tuanya. Seorang wanita yang orang tahu dia bahagia, karena selalu tertawa. Namun, dibalik itu semua dia memiliki banyak masalah yang tidak semua orang tahu. Ia selalu menyembunyikan kesedihannya lewat senyuman-senyuman manis. Lalu, apakah Raisa bisa menjadi anak yang berprestasi? Apakah dia akan menyerah, dan menyakiti dirinya sendiri? Yuk dibaca, biar ga penasaran hehehe. Ini cerita pertama kali saya, jadi maaf kalo berantakan. INI CERITA MURNI PEMIKIRAN SENDIRI. JIKA ADA KESAMAAN MOHON DI MAAFKAN.
All Rights Reserved
#25
rahsya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepaket Luka & Obatnya (Versi benar)
  • TWO DIFFERENT PROPERTIES || on going (revisi)
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Crazy Woman
  • Destiny
  • May I Love You?
  • HALAI-BALAI | Antagonist Husband LENGKAP (SELESAI) TERBIT
  • 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐇𝐀𝐌𝐏𝐈𝐑 𝐒𝐄𝐋𝐄𝐒𝐀𝐈 (END DAN TERBIT)
  • Cinta Pertamaku
  • Cinta Anak Broken Home

[READY EBOOK 📱] LINK PEMBELIAN EBOOK BISA DM/BUKA DI PROFIL AKU, TEPATNYA DI BERANDA PERCAKAPAN YA☺️ "Ngapain di sini? Jual diri ya." Luna memejamkan matanya, berusaha meredam amarah atas tuduhan dari seseorang yang sejak bertahun-tahun perempuan itu hindari. Tangannya mengepal kuat ketika wajah laki-laki itu justru semakin dekat padanya. "Nggak usah marah! memang kenyataannya seperti itu, kan?" Luna sontak membanting gelasnya ke meja. Tangannya meraih tas dan mulai beranjak dari kursi yang sejak tadi ia duduki. "Lepas!" Bentak perempuan itu. "Ngapain buru-buru? senang-senang dulu sama aku!" "Lepasss! Akhh.."

More details
WpActionLinkContent Guidelines