We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Last Petal & The Reddened Canvas

The Last Petal & The Reddened Canvas

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 30, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"𝐴𝑘𝑢 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑢." "... 𝐴𝑝𝑎𝑘𝑎ℎ 𝑖𝑡𝑢 𝑗𝑎𝑛𝑗𝑖 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑘𝑢?" "𝑇𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑗𝑢𝑔𝑎, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑎𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑝𝑎𝑘 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑢𝑔𝑢𝑟 𝑝𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑖 𝑤𝑎𝑟𝑛𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑘𝑎𝑛𝑣𝑎𝑠 𝑝𝑢𝑡𝑖ℎ𝑚𝑢."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Hopeless
  • Deary Depresiku [[ END ]]
  • Breathe
  • Hidup Untukmu, Mati Tanpamu
  • Unsteady (FirstKhaotung) ✔️
  • ON REMEMBERING
  • HUSBAND
  • I Wanna Die Soon (Beginning)✔️

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines