KEMBALINYA SANG PEMBULLY

KEMBALINYA SANG PEMBULLY

  • WpView
    Reads 1,927
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 28, 2023
Gadis kecil yang dulunya menjadi korban bully dari laki-laki yang tidak menyukainya. Yang membuat sang gadis trauma akan hal yang berbau kekerasan terhadap seseorang. Menjadikan kehidupan sang gadis kecil itu tertutup dalam ruang lingkup yang positif setelah lulus dari sekolah dasar, kenapa? karena gadis itu hidup dalam sebuah pesantren, agar terhindar dari pergaulan bebas dan terhindar dari lingkungan yang tidak baik seperti dulu yang menyebabkan dirinya menjadi korban bully. Sang gadis berusaha menghindari laki laki yang menjadi PEMBULLY-nya waktu kecil dulu, dengan memasuki sebuah pondok pesantren. Karena pikir sang gadis, ia tidak akan bertemu lagi dengan laki laki itu yang menyebabkan dirinya kembali menjadi korban bully dan menajamkan kembali trauma masa kecilnya. Tapi siapa sangka, sosok laki laki pembully yang sejak dulu gadis itu takuti sekarang malah dipertemukan kembali dengan ruang lingkup kehidupan yang berbeda. Kenapa berbeda? karena sang pembully ternyata kehidupannya tidak beda jauh dengannya sekarang. Laki laki pembully itu juga menjadi seorang santri, sama sepertinya. Namun, tidak menjadikan sang laki laki tersebut membawa hal positif, dilihat dari wajahnya yang tidak mengislami. Mungkin pikir sang gadis, laki laki itu dimasukkan ke pondok pesantren karena dirinya yang sangat minim agama dan menjadi seorang yang brengsek juga bangsat. Dan disinilah kisah laki laki si pembully dan gadis si korban bully, mengulang kembali kehidupan masa lalu mereka namun dengan ruang lingkup kehidupan yang berbeda. ⚠️RETAS PEMBULLY⚠️ ⚠️PERILAKU PEMBULLY TIDAK UNTUK DITIRU⚠️ ⚠️PEMBULLYAN TIDAK DIBENARKAN⚠️ *selamat membaca*
All Rights Reserved
#59
pembully
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • I'm Verly Not Cellyn
  • Cinta Haluku Menjadi Nyata
  • ALIKA DAN LUKANYA [TAHAP REVISI]
  • ALXERO
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  •  Ketos Badboy Is MyHusband
  • Di balik Tesmak

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines