OSIRIS: Missing Piece of Memory

OSIRIS: Missing Piece of Memory

  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 27, 2023
Mimpi, jika bicara tentang mimpi, mungkin yang terlintas adalah hal yang mungkin terkesan sederhana, mustahil, dan hal yang terdengar remeh, atau mungkin hanya dianggap sebagai bunga tidur. Penglihatan, jika bicara tentang penglihatan, mungkin yang terlintas adalah kemampuan dari mata, hal yang hampir semua makhluk hidup memilikinya. Hal ini yang dimiliki dan dialami Law. Bukan, bukan penglihatn dan mimpi pada umumnya, mimpi ini berisi teka-teki yang akan terus berulang jika tidak terjawab, begitu juga dengan penglihatan yang dialaminya, anehnya baik mimpi maupun penglihatan itu memiliki garis inti yang sama. Semakin ke sini frekuensi Law mendapat penglihatan dan mimpi itu semakin sering. Mungkinkah Law akan mengetahui dan memahami arti dari semua yang ia alami? Atau justru terjebak dalam lingkaran yang mungkin menanti baik di hulu maupun di hilir hidupnya? --- Bijaklah dalam membaca. Berisi kata yang kurang pantas bagi beberapa orang. --- Sumber Cover: Pinterest Cover Diolah: Maple Media Karya: ReyMa ©Maple Media
All Rights Reserved
#46
strategi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • in ROOM
  • Obliviora [HIATUS]
  • Midnight Love
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • May I Love You?
  • Magicia Lovu(✔️)
  • Garis Singgung Dua Dimensi

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines