Bila dan Derita

Bila dan Derita

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 17, 2023
CERITA HASIL KARANGAN AUTHOR,SUKA? GA SUKA?GA MASALAH. DILARANG PLAGIAT!!! *** Seorang gadis tersenyum menatap hamparan bintang yang berkilau di langit. Salah satu tangannya terangkat,menerawang,seolah tangannya tengah menyentuh bulan yang berwarna cerah di atas sana. Perlahan senyumannya manis itu luntur tergantikan dengan tatapan sendu akan keputus asaan. "Tuhan...Nabila lelah,Nabila kesepian,tolong bawa Nabila --bertemu bunda"ucapnya lirih diikuti dengan air mata yang menetes dari kedua matanya. Bolehkah ia pergi dari dunia yang jahat ini?,rasanya ia sangat lelah untuk tetap berada di dunia yang amat sangat kejam ini. *** Bagaimana rasanya jikalau kehidupanmu penuh akan penghianatan dan kebencian dari orang yang paling kamu sayang?melawan?atau hanya berdiam mengikuti alur kehidupan yang ada?. *** MAAF KALAU SEMISAL ADA KESAMAAN TOKOH ATAU TEMPAT,KARENA ITU TIDAK DI SENGAJA🙏 Kuy baca,jangan lupaa vote and komen☺️.
All Rights Reserved
#247
derita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • BINTANG&BULAN
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • TIREYA
  • destroyed °||on going||°
  • TRAUMA
  • My Home;
  • DAMARA ✓
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines