KATTARA

KATTARA

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 4, 2023
Laut sebuah hal yg mengandung banyak misteri sama seperti takdirku dan orang disekitarku.seperti kutukan yg beruntun datang dari dendam seseorang dengan banyak korban yg di lahapnya. Evlyn dan Linda cerita yang menjelaskan perjalanan akhir dari persahabatan mereka ini penuh dengan darah yang ditumpahkan.Tidak ada yang tahu kebenaran Evlyn dan apa yg terjadi di kota bernama Bangka itu. Sebuah Perkemahan siswa yang harusnya indah berakhir teragis.Akan kah kutukan itu benar sama seperti Arti Bangka yaitu berarti "Bangkai". Karya pertama dari Ulva Khairunnisya Diterbitkan di buku berjudul Catatan dari Hati Penulis. Cerpen ini ditulis bersama 8 cerita pendek lainnya dalam 1 buku. Jangan lupa follow Jika ingin ada yg mau beli bukunya boleh contact aku ya!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 360 and Still Me
  • Dendam Yang Terpendam
  • Sejarah Kita
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
  • Three Targeted Girls!!
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • AZALEA
  • SINAR LAUTAN
  • Marrying the Young Master

Violetta Lanora Adinata pergi tanpa pamit-meninggalkan cinta pertamanya, sahabat-sahabat yang pernah jadi rumah, dan serpihan kenangan dari masa putih abu-abu yang tak selalu manis. Tak ada kata maaf, tak ada salam perpisahan-hanya kepergian yang sunyi, dibungkus diam yang panjang. Namun waktu, dengan caranya sendiri, menyeretnya kembali ke tanah tempat segalanya bermula. Dan di sana, semesta seolah tak memberinya pilihan lain selain menghadapi apa yang selama ini ia hindari-luka lama, tanya yang tak pernah terjawab, dan cinta yang mungkin belum benar-benar usai. Alvaro Nata Prabawa-tinggi, berwibawa, dengan wajah yang nyaris mustahil diciptakan tanpa sentuhan seni ilahi. Garis rahangnya tegas, hidungnya bangir sempurna, dan sepasang mata tajam yang dapat membuat siapa pun yang ia tatap menjadi membeku dan terpana. Ia menatap gadis di hadapannya dengan tatapan dingin, nyaris menusuk. Tapi yang membuatnya terhenti sejenak adalah kenyataan bahwa gadis itu, gadis bermata hazel yang dulu selalu menatapnya dengan mata penuh kelembutan, kini membalas dengan sorot mata yang sama tajamnya. Sama menusuknya. Seolah waktu telah mengajarkan mereka bagaimana menjadi asing, mereka kini berdiri sebagai dua kutub yang tak saling mendekat, asing dalam bayang-bayang kenangan yang belum selesai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines