We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Dan Luka

Cinta Dan Luka

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 23, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Hai! Ini cerita kedua aku. Jika penasaran dgn cerita pertama aku silahkan baca -ATHARA- ___ Gadis malang yang selalu disalahkan oleh keluarganya akibat meninggalkan sang papa. Bahkan sampai kekerasan yang ia dapat. Kedua sahabat begitu saling mencintai namun tak ada yang tahu dengan perasaan masing-masing. Sampai suatu saat mereka saling memperjuangkan cintanya, meskipun banyaknya rintangan. Akankah Gadis itu bisa merasakan nikmatnya bahagia ataukah sebaliknya? Dan akankah kedua sahabat itu bisa bersatu dalam ikatan pernikahan? --- Start: 5 Mei 2023 Finish: -
All Rights Reserved
#363
kecewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Pada Orang yang Sama (TAMAT)
  • Ini Aku, Erlang
  • Rainie ( END )
  • GIMEERA
  • Smiley: I'm Okay [END]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Sheina (Terbit)
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • LENGKARA

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines