MARGARETHA

MARGARETHA

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 7, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kata orang bahagia itu sederhana dan mudah dirasakan tapi tidak bagiku mungkin aku pernah merasakannya namun itu hanya sebatas pernah , sebelum semua nya hancur berantakan sebelum kesedihan menggantikan kebahagiaan. Katanya cinta itu hangat tapi apakah aku bisa merasakan itu? Sebenarnya hidup ini penuh dengan pertanyaan oleh karenanya kita mencari jawaban dan salah satu dari ribuan pertanyaan dibenakku 'Apa yang menghancurkan ini semua?apakah akan ada akhir bahagia?' Aku hanya sedang mencari seseorang yang mampu menjawabnya tapi apakah aku mampu menemukan orang itu?
All Rights Reserved
#660
home
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Pria brandalan itu milikku
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Sebatas Menjaga
  • S4M3 CUTE|| bxb
  • Zura&Kara
  • REIHANA [Completed]
  • kita dan waktu. [End]
  • Queen (End)

Broken home? Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu hati seorang anak mana yang tidak hancur saat harus menerima kenyataan pahit semacam itu. Bahkan dirinya mengalami itu saat masih kecil. Waktu dia baru menginjak 8 tahun, masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi apalah daya. Takdir tidak bisa diubah. Dia hanya bisa pasrah. Dia bertekad akan membuktikan pada semua. Terutama kedua orangtuanya yang sudah berpisah lama. Dirinya memutuskan untuk berubah. Merubah semuanya. Dari mulai pandangan, berfikir, dan satu lagi jangan mengeluh dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi anak broken home. Perjalanan dari perubahannya ini penuh dengan rintangan. Karena memang semua manusia pasti tak akan terlepas dari itu. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa dengan sabar dan tabah menghadapinya. Dia seperti itu karena sadar, bahwa broken home bukan suatu masalah yang besar. Juga bukan sebuah penghalang untuk terus menjalani hidup. Bukan pula ajang untuk jadi terjerumus pada pergaulan bebas. Sebab dirinya tahu betul, lebih menyakitkan nasib anak-anak yatim dan piatu. Mereka bahkan tidak bisa lagi berjumpa dengan orangtuanya. Mau tau kelanjutan dari kisahnya? Bagaimana perjalanannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines