Story cover for Phospenes (End)  by Noralyndi
Phospenes (End)
  • WpView
    MGA BUMASA 383
  • WpVote
    Mga Boto 64
  • WpPart
    Mga Parte 5
  • WpView
    MGA BUMASA 383
  • WpVote
    Mga Boto 64
  • WpPart
    Mga Parte 5
Ongoing, Unang na-publish May 06, 2023
"Karina tungguin gue, ya. "


Memiliki perasaan untuk seseorang mungkin terdengar menarik. Hanya tersisa sebuah jawaban, apakah terjadi timbal balik atau malah berakhir pada satu sisi? 

Mendapatkan suatu hal yang tidak mudah. Mencoba menahan suatu hal yang menyakiti diri. Apakah itu layak menjadi penghargaan atas diri sendiri? 

Semuanya akan di jawab oleh Yaksa Arubiru. Bagaimana Yaksa mencintai Karina dengan caranya sendiri. 


A short story about relationship of Biru and Karina.

-End.
All Rights Reserved
Sign up to add Phospenes (End) to your library and receive updates
o
#6yujimori
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Unraveled ni ariftiaaya
17 parte Kumpleto
"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Unraveled cover
Hate To Love (✓) cover
IBRAKA : A Tale Of Destiny cover
HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing) | LEE HEESEUNG | KARINA cover
BECAUSE NOONA cover
24/7 [ End ] cover
Bunga Terakhir  cover
Like A Song √ cover
Here We Are (Yoshinori x Karina) cover
Serendipity cover

Unraveled

17 parte Kumpleto

"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."