A Love Through The Apocalypse

A Love Through The Apocalypse

  • WpView
    Reads 1,091
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 12, 2024
Dia tidak pernah berpikir dia akan bertemu cinta dalam hidupnya di saat keruntuhan dunia. Dia pikir dia akan mati sendirian dan dilupakan oleh semua orang di dunia, tapi dengan dia di sisinya dia tidak perlu khawatir tentang semua itu lagi. Dialah yang akan membuatnya mengingat bagaimana rasanya menjadi manusia lagi. Dia adalah satu-satunya harapannya, satu-satunya cahayanya di dunia yang dikelilingi kegelapan. Dengan dia, dia bisa melihat kemungkinan masa depan yang tidak terdiri dari penderitaan dan kesakitan. Dia akan memiliki masa depan yang penuh dengan mimpi, cinta, dan harapan. Dia akan memiliki masa depan yang bahagia dengan dia di sisinya. Dia tahu bahwa dia telah menemukan cinta dalam hidupnya, dan dia tidak akan pernah melepaskannya... ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯ Leon Scott Kennedy x OC This story is based from Resident Evil game, the background story in RE 2. This Fanfiction doesn't follow the game plot, there are some plot changes and differences but it still doesn't deviate from the original plot line. -written in bahasa -cover source pinterest
All Rights Reserved
#24
capcom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PUTARAN TERAKHIR WAKTU
  • FUTURE PERFECT | Jungwon - Liz ✓
  • I'm Your Home [END]
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • ORPHAN 2 | AFTER HIS GONE [COMPLETE]
  • Resident Evil Angsty Love
  • PROTECTOR [ PO 19 MEI 2024 ]
  • The Divorce Between Us
  • My Love [selesai] | Leon Kennedy x Reader
  • CARAPHERNELIA

★*☆♪ Sinopsis ★*☆♪ "Apa yang ingin Anda tebus?" "Kalau seandainya... semua itu tidak mungkin? Anda tidak bisa kembali. Tidak bisa bertemu Aeris lagi. Apa yang tersisa dari Anda?" Leonhardt Glen menatap lurus ke depan. Bukan emosi yang tampak di wajahnya-melainkan kehampaan yang menyeramkan. "Kalau Aeris tidak ada... maka saya pun tidak ada." --- Setelah kematian istrinya, Leon tidak menangis. Tidak marah. Tidak bicara soal duka. Ia hanya mulai mengatur dua piring makan di meja. Menjawab percakapan yang tak ada. Mereka menyebutnya gangguan delusi. Tapi bagi Leon, itu satu-satunya cara bertahan hidup. Dan ketika sebuah artefak tua memberinya kesempatan untuk memutar waktu, ia tidak bertanya. Tidak ragu. Ia hanya berkata: "Biarkan aku mengulangnya. Biarkan aku melihatnya sebelum aku terlalu terlambat." Tapi waktu tidak pernah mengulang dengan cara yang sama. Di kehidupan kedua ini, Aeris hidup kembali. Dan hanya dia yang mengingat segalanya. Sedangkan Leon, kembali sebagai anak sepuluh tahun- tanpa kenangan, tanpa luka. Tapi bahkan dalam ketidaktahuannya, ada sesuatu tentang gadis itu yang selalu membuatnya ingin diam lebih lama. Dan ketika mata mereka bertemu, hatinya bergetar untuk alasan yang belum ia pahami... ...dan mungkin, belum siap ia tanggung. . . . [Note Penting dari Penulis] !!! Cerita ini masih dalam tahap penyusunan awal dan belum mengalami proses editing penuh. Judul, cover, sinopsis, dan bab akan mengalami revisi seiring waktu. Saya gunakan Wattpad sebagai media bantu untuk menata alur dan semangat menulis. Mohon maaf jika ada kekurangan. Versi final akan di-update saat naskah lengkap. Terima kasih sudah mampir!🥰 . . . [Disclaimer & Peringatan Hak Cipta] ‼️ ig : hella_W Tolong jangan disalin, dijiplak, atau diterbitkan ulang di platform mana pun tanpa izin. AKU GAK MAIN - MAIN SOAL PLAGIARISME‼️ Hormati penulis, seperti kamu mau tulisanmu dihormati juga. Terima kasih udah baca secara jujur. 🥰🥰

More details
WpActionLinkContent Guidelines