Jefan Azlya

Jefan Azlya

  • WpView
    LECTURAS 8,479
  • WpVote
    Votos 2,477
  • WpPart
    Partes 60
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 6, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
Tampan, rupawan, kaya, dan terkenal, pujian seperti itu sudah sering dilontarkan untuk seorang siswa yang bernama Jefano Argantara, memegang jabatan sebagai wakil ketua dari geng motor Dangerous membuatnya semakin dikenal banyak orang. Tapi... apakah Jefan selalu bahagia? Tentu saja tidak, bayang-bayang masa lalu masih sering menghantuinya. Cantik, baik, friendly, itu yang sering di katakan oleh warga sekolah kepada siswi bernama Azlya Ayana Edwina, bahkan ia juga tidak tau kenapa orang-orang mengenalnya, padahal ia jarang berinteraksi dengan mereka. Apa karena ia dirumorkan dekat dengan famous student? Cerita ini memiliki romansa, geng motor, persahabatan, rahasia masa lalu, musuh yang sayang untuk dilewatkan. Jadi.... ayo baca! *JEFANAZLYA* #Jangan lupa ramein!! #No Plagiat #Asli dari pemikiran penulis sendiri #Kalau ada kesamaan nama dan tempat itu tidak sengaja #Post bab baru kalo udah ada ide #Start : 10 Mei 2023 #Finish : Cuman pembaca yang tau
Todos los derechos reservados
#467
gengmotor
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • INTO IT
  • MY COLD GIRL || END
  • Four Girls Favorit Badboy
  • GIRL : Leader's Girlfriend [ END ]
  • ANTAGONIST COUPLE [ TERBIT ]
  • TEATER MANDALA
  • ARSYA OR ARASYA (Re-upload) S1
  • GEVANO [END]
  • JEVARA (END)
INTO IT

Bagi Azelle Claire Hawthorne, setiap orang memiliki cerita. Dan sebagai seorang jurnalis, tugasnya adalah mendengarkan lalu menuliskannya. Sementara bagi seorang hakim muda, setiap cerita harus didengar, dipertimbangkan, lalu diputuskan berdasarkan hukum. Mereka terbiasa memahami kehidupan orang lain. Ironisnya... Mereka justru gagal memahami perasaan mereka sendiri. Di antara kesibukan, rutinitas, dan pertemuan-pertemuan yang awalnya terasa biasa, keduanya perlahan menjadi bagian dari hidup satu sama lain. Tak pernah ada pengakuan. Tak pernah ada kepastian. Karena mereka sama-sama percaya bahwa masih ada waktu. Sampai suatu hari, diam menjadi jawaban yang sama-sama mereka salah artikan. Dan saat mereka akhirnya menyadari apa yang sebenarnya mereka rasakan... Mungkin semuanya sudah terlambat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido