Die for you

Die for you

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 5, 2023
Sakit hati yang di rasakan oleh cloudy membawa pada berubahan besar pada kehidupan kedepannya. Teman, keluarga, dan juga cinta. Ada perasaan lega ketika cloudy sudah kembali pada dirinya sendiri. Kedepannya cloudy akan lebih berhati-hati untuk keselamatan dirinya dan keluarganya. "Ku katakan padamu, jangan ganggu Lady Harison lagi" Tekan Putra Mahkota Orion Obelio Sterinhelt. "T-tunggu Orion, dari siapa kam-" "Tidak penting dari siapa aku tahu, yang jelas aku sudah memperingatimu" Tegas Orion. "Dan juga, Jaga batasanmu Lady Volte. Panggil aku putra mahkota". Bagai petir di siang hari, itu adalah kalimat terburuk yang pernah Cloudy dengar. Tidak hanya menegur karena menganggu Primrose, Putra mahkota juga memperingati bahwa pertemanan mereka bukan apa-apa. Perasaannya, kekagumannya, semua tidak berarti. Setelah mengatakan hal tersebut putra mahkota pamit undur diri, tetapi belum sampai melewati pintu suara Cloudy menghentikannya "Orion, apa-" Suara Cloudy tercekat ketika Putra mahkota balas menatapnya tajam. "My mistake your highness, forgive me" Note ; 21+++ Toxic area
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Labyrinth Of Unbreakable Vow
  • The Impossibility
  • [BL] From Sidekick To Savior
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • [END] Gluttonous Crown Princess
  • Sekai (HIATUS)
  • Hyacinth

Katherine Dalton yang temperamental bertemu dengan Draco Malfoy yang angkuh. Tak pernah ada kata damai di antara mereka. Dua siswa Slytherin ini tampaknya tak sanggup menahan bara emosi yang terus membakar. Draco, dengan segala arogansinya, kerap melontarkan provokasi, sementara Katherine-layaknya kobaran api yang tak pernah padam-selalu membalas dengan ledakan amarah yang menggelegar. Namun, di tahun keenam mereka di Hogwarts, halaman depan Daily Prophet meledak dengan berita panas yang menggelegar-seperti suara Rita Skeeter berteriak di telingamu tanpa jeda. Si pirang menyebalkan itu kembali memuaskan dahaganya akan sensasi, kali ini dengan tajuk utama yang nyaris membuat seluruh dunia sihir membeku: "PENYATUAN DUA KELUARGA DARAH MURNI: IKATAN BARU DRACO MALFOY DAN KATHERINE DALTON." Tajuk itu cukup untuk membuat Katherine mendesis tajam penuh amarah. "Demi janggut Merlin, akan kutinju wajah panjangnya!" geram nya, membanting Daily Prophet ke meja dengan kekuatan penuh tepat di hadapan Ron Weasley-yang hanya bisa terbatuk gugup dan mundur beberapa inci. Dengan napas memburu, Katherine bergegas menuju pintu Aula Besar, menendangnya hingga terbuka lebar, menciptakan keheningan yang mendadak dan mencekam. Semua mata menoleh-tentu saja mereka tahu kabar apa yang tengah menggemparkan Hogwarts pagi itu. Namun Malfoy muda duduk tenang, seolah seluruh dunia di sekelilingnya tak berarti apa-apa. Ekspresinya hampa. Hampa seperti tubuh tanpa jiwa. Theodore Nott melirik tajam, mencoba membaca wajah Malfoy. Ia ingin tahu-apakah Draco benar-benar telah mendengar kabar ini? "Katie mungkin benar-benar akan menghancurkan wajah Rita Skeeter," gumam Zabini dengan nada geli, menyeringai tipis. Parkinson di sisinya hanya mengangguk pelan, sependapat. Sebuah perang bisa saja pecah-tak ada yang tahu pasti. Tapi satu hal yang jelas: Katherine Dalton tidak akan diam saja membiarkan perjodohan ini terjadi begitu saja. ⚠️ Draco Malfoy fanfiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines