KHATULISTIWA [HIATUS]

KHATULISTIWA [HIATUS]

  • WpView
    Leituras 11,095
  • WpVote
    Votos 642
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 28, 2024
Bagaimana jika Raden acuh dan berdiam diri memandangi pemuda bername tag Atharrazka Rajendra dipukuli begitu saja dihadapannya? Tentu saja itu yang ia lakukan sekarang, sambil sesekali menyesap batang nikotin yang membuat nafas Razka semakin tercekat akibat kepulan asap barang tersebut. Bohong. Raden tidak akan tinggal diam. Ia akan menghancurkan tubuh berandal yang lancang mengambil mainannya. Ingat ucapan Raden, "Jangan ada yang lewati batas wilayah gue! Termasuk Razka, dia wilayah gue." Karena bagi Raden, hanya dirinya lah yang boleh menghajar Razka. Egois? Raden memang egois, bengis, dan tanpa perasaan. Meskipun dekat, ia tak pernah mengenal ampun untuk siapapun. -- "Kalo masih ada itu dijaga, Den" "Bacot." BUKAN BXB YA ANJIR! © echawhynf
Todos os Direitos Reservados
#823
sicklit
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Sajak Lara Kalandra [END]
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Sayap pelindung Raka
  • Transmigrated as twins
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Bersamamu
  • KARA

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo