MY HUSBAND MR COLD MAFIA

MY HUSBAND MR COLD MAFIA

  • WpView
    Reads 209
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 13, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Jaga putri paman sebaik yang mungkin. paman dapat merasakan bahwa waktu paman tidak lama. paman hanya mengharapkanmu. Jika boleh, maka menikahlah dengannya. Paman... izinkan," kata lelaki tua itu sambil memegang perutnya yang berdarah. "Tidak... paman. tolonglah bertahan, paman. ambulans akan segera tiba." pemuda itu memangku paman di pangkuannya. dia tidak menyerah menyemangati paman untuk melanjutkan meskipun dia tahu paman itu sedang sekarat. "Tugas paman kepada keluargamu sudah selesai. paman bisa pergi dengan tenang. kirim salam pada anak paman. Katakan padanya paman menyayanginya. paman ingin dia belajar dengan baik. Capai impiannya. Jangan tinggalkan doa. paman juga berharap agar kamu dan anak paman bisa menjaga ibu paman." "Ya... pak. Saya akan melakukan apa saja pak katakan." Pemuda itu memegang tangan sang paman dengan mata berkaca-kaca. Sang paman mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum memejamkan mata rapat-rapat, menandakan bahwa roh telah meninggalkan jasadnya. "Paman!" Pemuda itu menggoyang-goyangkan tubuh pamannya itu berkali-kali. Namun, tidak ada tanggapan. Pemuda itu menangis sambil memeluk tubuh tua itu. "Tidak apa-apa paman. Ad berjanji akan menuntut kematian paman, mama dan papa Ad. Orang itu telah memerintahkan kematian karena mengacau keluarga Ad dan Ad tidak akan melepaskannya.Bahkan sampai ke lubang cacing, aku akan mencari..." Kemudian, dia bertekad untuk menemukan dan membalas dendam pada dalang kematian orang yang dia cintai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • I'm Not the Protagonist (Completed)
  • Berlian Kagastra
  • Dark Love
  • Little Sister? (Completed)
  • 27 FEBRUARI
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  •  π…πˆπ— π˜πŽπ”: 𝐈𝐧 𝐭𝐑𝐞 π’π‘πšππ¨π°π¬ 𝐨𝐟 𝐏𝐚𝐒𝐧(ᴊɒ)α΅‰βΏα΅ˆ βœ”
  • π“π€π„πππˆπ„

Pagi begitu cerah dedaunan bergemuruh turun secara bersamaan! Semerbak yang begitu harum dan menawan matahari yang begitu terang menarangi seluruh alam semesta. Terlihat seorang gadis sedang berdiri tampak menghirup udara. "Hufffff! Sejuk sekali!? Awannya sangat cerah dan indah... " Ujar seorang gadis mungil nan cantik angun bak bidadari! Tapi secantik apapun dia dia tetap tidak diinginkan oleh sang orang tua! Kelahiran gadis itu membuat sang papa harus melawan orang tuanya sendiri nenek gadis tersebut dan harus kehilangan nyawa sang kakek semenjak gadis mungil tersebut dilahirkan. "Kalau kamu tidak menginginkan nya biar kan mama yang merawatnya sendiri! Seharusnya kalian bersyukur mempunyai gadis kecil ini! Dia tidak bersalah! Papa meninggal bukan dia penyebabnya tapi kalianlah... " Nenek emosi karna gadis kecil yang masih bayi di telentang begitu keras "Silahkan bawa saja dia dari sini! Aku tidak butuh anak pembawa sial ini bersama ku jika dia disini bisa menjadi malapetaka bagiku... " "Iya mama mau lihat semampu mana kamu sukses ketika menelantarkan anakmu! Demi wanita ini kamu rela membentak ibumu sendiri! Ketika kamu tidak tau arah jalan lagi jangan berharap kalian bisa bertemu kami lagi... " Sang mama (nenek) pergi dan membawa cucu bersama dengannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines