Sebuah Pilihan Hati

Sebuah Pilihan Hati

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 24, 2023
Terangnya sinar matahari yang menembus sela-sela gorden jendela di kosku membangunkanku secara paksa dari tidurku yang panjang di hari weekend ini. Kupaksa badan ini untuk bangkit dari tempat tidur meski magnet nya masih berusaha tarik menarik dengan tubuh ini. Ku habiskan waktu setengah jam mandi dan menyegarkan diri lalu membereskan tempat tidur dan segera membuat sarapan nasi goreng dari sisa nasi semalam dan telur dadar. Sambil minum teh tawar, kuhabiskan sarapanku dan lamunanku dibuyarkan oleh ponselku yang berdering dan memunculkan pop up "Manager Rizal" Dengan malas kuangkat panggilan itu, "Halo Pagi Pak." "Pagi Ami, saya mau ingatkan untuk buat permintaan penambahan karyawan ke Henny besok pagi ya." ucapnya to the point. "Untuk posisi apa ya Pak?" jawabku. "Marketing Lead, untuk persyaratan kualifikasi sudah saya email tadi, tolong di forward kembali ke Henny ya" "Baik Pak, saya forward sekarang" ucapku dan langsung menutup panggilan itu. Namaku Amira Putri Atmaja, biasa dipanggil Ami. Aku adalah seorang karyawan biasa yang sudah hampir 3 tahun mengabdi di Perusahaan yang bergerak di Bidang Retail ini. Aku terlahir dari keluarga menengah atas, namun tak membuatku terlena dengan fasilitas yang diberikan Papaku. Ponselku kembali berdering memunculkan pop up "Mama" "Hai, Ma. Kenapa nelpon pagi-pagi?" "Loh, emang Mama gk boleh telpon anak Mama?" Jawab Mama dengan nada cemberut. "Enggak gitu maksud kakak Ma." "Sudah. Kakak pulang minggu ini kerumah kan?" "Belum tau Ma. Emang kenapa?" "Tante Ratna mau mengadakan makan malam bersama keluarga besar." "Dalam rangka?" "Kak Vita baru balik dari Singapore dengan suami nya." "Liat nanti deh Ma, kakak banyak kerjaan, apalagi ini mau penghujung tahun." "Mama tunggu kakak ya. Pokoknya kakak harus pulang, mama dan adik-adik sudah rindu" "Iya Ma..." ku akhiri panggilan itu sambil menghembuskan nafas kasar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 27 FEBRUARI
  • Sehari Untuk Selamanya
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Nikah Muda
  • Rumah Ternyamanku (Selesai)
  • Pengganti  [END]
  • I L A L A N G �✔ (Tamat)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Unplanned marriage

* yang cengeng jangan baca! "Woi jelek..... Gue cinta sama lo" Ucap alta spontan Orang yg di panggil itu hanya diam di balik Hoodie yg ia gunakan hingga hanya terlihat bibirnya ke bawah Keliatan manis emang.... " Tapi bohong" Ucap alta selanjutnya, mengganggu gadis itu sudah menjadi kebiasaan nya selama beberapa bulan ini. Sungguh menyenangkan. ***** " Dasar anak pembawa sial, nyesel saya membesarkan kamu.... Tidak tau diuntung" " Pa salah aku apa? Kenapa papa sekasar ini sama aku" " Lo tanya salah lo apa? Eh bocah gak tau diri.... Lo itu udah pembawa sial dengan lahir ke dunia ini... Dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kami. Dan sekarang.... Lo bahkan menghancurkan tempat terakhir mama... Orang yang udah memberikan nyawanya untuk kelahiran elo" " Maksud kakak apa, aku ngak ngerti? " " Ngak usah pura pura bego deh lo, Lo kan yang udah mengobrak abrik makam mama" " Nggak aku nggak ngelakuin itu, kakak kenapa bisa nuduh aku? " Isak nya " Karna kata satpam... Yang terakhir kali ke sana adalah kamu," " Aku ngak ngelakuin itu, kemarin makam mama baik baik aja" " Ngak usah ngeles deh kamu, sekarang kamu pergi dari rumah saya, saya udah nggak peduli lagi sama janji saya sama almarhum ayah saya. Mulai sekarang kamu saya pecat jadi putri saya" " Pa... Papa jangan, aku nggak tau harus kemana pa, aku hanya punya papa dan kakak kakak. Pa pliss" ***** Perlahan tapi pasti.... Air sungai yang deras itu dapat menghilangkan semua luka bukan? Termasuk luka yang tak berdarah sekalipun Semuanya akan baik pada waktunya, tapi waktulah yang tak baik pada semua. Kalimat baik baik saja akan berguna pada saat luka sudah tak bisa di pendam akhirnya meluap hingga darah dan air mengalir itu kering Terlihat tanpa terasa tapi berbekas. Ini kisah suka dan duka dari nasib seorang anak tanpa ibu, nasib seorang gadis tanpa kasih sayang, nasib seorang kekasih yang tersakiti , nasib seorang teman yang terhianati. Ini kisah untuk; RATU AIRI PRAMULAN

More details
WpActionLinkContent Guidelines