Aiselle Marcelline, seorang gadis yang sudah terbiasa mempertanyakan pada dirinya sendiri. Bagaimana cara bicaranya, cara mencintainya dan caranya untuk bertahan. Dalam setiap hubungan, ia selalu lebih dulu mengalahkan diri sendiri.
Marfenio Ailan Lorenz, laki-laki itu membuat semuanya terasa berbeda. Bersama Marfen Aiselle tidak perlu menjadi lebih cantik, lebih tenang atau lebih sempurna untuk dipertahankan. Marfen tidak pernah membuatnya harus bersaing dengan siapapun.
Tapi rasa tidak aman yang sudah lama tertanam dalam dirinya tidak bisa hilang begitu saja.
Ketika Masalalunya kembali menyapa, bukan perasaan yang terguncang melainkan kepercayaan dirinya. Bersama dengan kedatangannya, perasaan tak pernah cukup kembali menyapa.
Dan untuk pertama kalinya, Aiselle menyadari bahwa masalahnya bukan pada siapa yang datang dan pergi. Masalahnya adalah cara ia memandang dirinya sendiri.
You're Enough bukan hanya menceritakan cinta baru setelah patah hati. Ini tentang belajar menerima diri sendiri, tentang berani berdiri tanpa membandingkan.
Serta memahami bahwa mencintai tidak harus merubah kita menjadi orang lain.
Mohon dukungannya!!
All Pict by pinterest
Edit by canva
Elian Theodore Kessler adalah arsitek ternama di Munich yang dikenal karena desain modernnya yang presisi dan minimalis. Di balik reputasi profesionalnya, Elian menjalani kehidupan rahasia yaitu merancang "kecelakaan" fatal bagi individu-individu yang menurutnya merupakan "kegagalan sistem."
Bagi Elian, pembunuhan bukanlah tindakan emosional, melainkan koreksi struktural. Ia memilih target berdasarkan analisis rasional, korupsi finansial, kejahatan moral, eksploitasi sistem hukum dan mengeksekusinya melalui manipulasi desain arsitektur dan kelemahan struktural yang secara teknis memenuhi standar keamanan.
Kehidupannya mulai terguncang ketika Kommissar Viktor Hartmann dari Polizei München menemukan pola di balik serangkaian kematian misterius yang semuanya terkait dengan proyek bangunan Elian. Investigasi ini berubah menjadi permainan psikologis antara pemburu dan mangsa.
Konflikl ini berkembang menjadi permainan manipulasi, pengkhianatan, dan pertarungan ideologi tentang siapa yang berhak menentukan siapa yang "layak" untuk tetap hidup.