Reala : Who? | REVISI |

Reala : Who? | REVISI |

  • WpView
    Leituras 574,973
  • WpVote
    Votos 45,871
  • WpPart
    Capítulos 53
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, nov 4, 2024
WpInfo
Ficção
Fantasia
Ceritanya masih direvisi, kalau ada yang udah baca dari awal banget bisa baca lagi versi terbarunya karena kali ini ceritanya aku bikin lebih menarik dan lebih rapi. Buat yang bingung, reala :who? masih lanjut gak? Iya masih, cuman aku masih dalam proses revisi yang super lambat ini, maaf ya yang udah nungguin kisahnya Arsha. Aku usahain yang terbaik, mohon dukungannya! *** Arsha meninggal dunia di usianya yang ke 18 tahun, namun ia malah hidup kembali dalam sebuah cerita novel. "hah?" Publish : Mei 2023 Ending : -
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Good Doctor
  • -Riska For Raina👑-
  • Kehidupan Ketiga Untuk Alisha
  • (AKU) TRANSMIGRASI? OH NO! [TAHAP REVISI]
  • Takdir Protagonis (Selesai)
  • Duke
  • TRANSMIGRASI : menjadi Tunangan Mafia
  • peran pengganti (End)
  • TRANSMIGRASI QUEENZILLA ( On Going )

Lara dan emosi telah terkubur dalam. Meninggalkan kenyataan akan kedudukan, keluarga dan kenangan. Dia telah melihat bagaimana kehidupan dulu, meski sementara lalu kembali terhapus setelah bangun kembali. "Setidaknya aku akan berusaha bahagia lagi. Meski mungkin sulit." Bibirnya tersungging meski tak mendapatkan emosi dari ingatan terdahulu. "Terimakasih Dion dan Arsena. Kapal layar telah sampai di tujuan, kini giliran kapalku yang berlayar di semesta luas ini." Dipandangnya kedua sosok itu lalu membungkuk memberikan salam terakhir. ... Terbangun dari sisa mimpi, hanya nama samar Arsena yang masih lekat. Ia sedikit takut lupa. Hari masih gelap, jika kembali tidur mungkin akan benar-benar lupa sisa mimpi ini. "Huahh, alat tulis. Mesti harus ada bekas mimpi." Ujarnya usai menguap lebar. Menengok ke kiri dimana nakas berada, namun tak satupun benda untuk menulis berada. Sementara hasrat kembali tidur kian menguasai. Jujur saja bagi buta ini amat dingin hawanya, sehingga ia menyerah terhadap kantuk. Karya ke tiga nih, semoga menghibur 😁 Vote dan kasih komen pliss.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo