Goresan luka

Goresan luka

  • WpView
    Leituras 16
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mai 9, 2023
WpInfo
Ficção
Romance
jika manusia terlahir dengan takdir dan kehidupan mereka masing-masing yang sudah di pilih kan oleh sang Pencipta, lantas mengapa Tuhan tidak memilihkan takdir hidup ku yang terbaik? apa yang Tuhan janjikan kepada roh ku sampai aku berani hidup dan terlahir di dunia ini? . aku Azkhara Danuwarta yang biasa kerap di panggil azkha, usiaku kini menginjak 17 tahun, aku putra sulung dari keluarga Danuwarta, mungkin sebagian orang ingin menjadi diriku bahkan mereka hanya tau tentang kehidupan ku yang mewah, tetapi mereka tidak tahu dengan ribuan luka yang aku alami. dia Erlia Natasya putri yang biasa kerap di panggil lia, usia dia sama dengan ku, dia anak pertama dari 2 bersaudara, kehidupan dia tidak berbeda jauh dengan kehidupan ku, aku mengenal nya dengan tidak sengaja, dia baik, cantik, periang, walaupun dia memiliki ribuan luka yang sama dengan ku, suaranya indah, dengan mengenal dia aku lebih suka sedikit dengan kehidupan ini. " azkha ". " hm? ". " kalau kamu bisa memilih takdir mu sendiri apa yang akan kmu pilih? ". " hidup sederhana tetapi bahagia bersama kmu, kalau kamu apa? ". " kalau aku... hidup tanpa adanya kekangan dri orang tua dan bisa hidup bersama kmu dengan tanpa adanya luka di antara kita ". " aku berharap kmu bisa lepas dari kekangan itu li, kalau nanti kamu bukan takdir aku, cari lelaki yang lebih baik dari aku ya, cari lelaki yang beri kamu kebebasan serta kehidupan yang bahagia dan-..". " dan semoga lelaki itu adalah kmu ". ________________________________________________ penasaran dengan kisah mereka selanjutnya? next jngn lupa di baca & vote ya, cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri.
Todos os Direitos Reservados
#741
brokenhome
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Eliinaa
  • Perjalanan Cintaku...
  • Full Of Scratches
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Memorable
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • Arsyilazka
  • Jodohku
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo