Story cover for Zero Dimension by bblue0rbell
Zero Dimension
  • WpView
    MGA BUMASA 38
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 3
  • WpView
    MGA BUMASA 38
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 3
Ongoing, Unang na-publish May 10, 2023
Dunia ini berputar begitu cepat. Bulan dan bintang yang tak hentinya selalu muncul setiap malam. Tapi bagaimana jika penghuni bumi membuat bulan buatan, bintang buatan, dan matahari buatan?!. Bahkan keturunan pun menjadi ajang pemicu keserakahan.

"Mereka begitu serakah!" Ucap sang gadis tersenyum kecut.

"Kau pikir kau tidak serakah? Hah?!" Hardik pemuda berjas putih melirik gadis disebelahnya.

______________

Tahun berapa ini?
Ini hari apa?
Ini jam berapa?
Apakah aku sudah mati?
Apakah aku masih hidup?
Pertanyaan itu selalu memakan pikiran baik ku.

Trak!
Seluruh lampu menyala di ruangan serba putih. Wajah yang pucat, tubuh terlihat seperti "Anak yang kekurangan gizi" ya! kering kerontang tak berdaya dan tak bertenaga, hanya mata sayu yang masih memiliki kekuatan untuk berkedip melihat lurus pandangan ke arah langit langit ruangan. Ia hanya bisa membaringkan badannya, mengangkat tanganpun ia tak kuasa.

"Lebih baik aku mati saja ayah!"
Kata kata itu terbesit dalam benaknya. Dan hanya berserah diri tak ada yang perlu untuk berjuang hidup kembali.

______________

Bisakah aku hidup dengan tenang tanpa sedikitpun penyesalan, membuat semua orang bahagia tanpa harus memenuhi apa yang mereka inginkan?!.

Aku bertanya tapi tak ada yang bisa menjawabnya.

Aku hanya seorang gadis yang dituding mengacaukan aturan keturunan Viaggiatore nel tempo, membuat hidup tak berarti.

______________
All Rights Reserved
Sign up to add Zero Dimension to your library and receive updates
o
#8faren
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
✓ Feel What Happiness Means ni siputkeren
34 mga parte Kumpleto
*** Sesulit itu untuknya mendapatkan sebuah kasih sayang. Baginya, di sayangi itu mustahil. Ia hanyalah benalu di keluarganya sendiri, rasa aman yang seharusnya ia dapatkan tidak seperti yang ia harapkan. Bukan aman yang ada, melainkan rasa sakit yang ia rasakan. Hingga pada saatnya ia di berikan kebahagiaan yang pantas dengan apa yang telah Tuhan uji. Cinta dan kasih sayang akan di dapatkannya, dari sahabat, dan pasangan. 'feel what happiness means' yang berarti merasakan apa arti kebahagiaan. -*- "Hah, bunda juga capek adepin anak itu. Cih! Bahkan aku tak ingin memiliki anak pembawa sial sepertinya." ... 'ugh..se menggoda itu kah pipi kasar ku ini hingga sehari mendapat tiga tamparan.' ... "Gue benci sama lo! Gue benci Grace! Lo bukan adik gue! Gue nggk mau punya adek yang bikin ibu kandung gue mati! Huhuuuu.." ... "Perkenalkan saya Arga Bastian F. Salam kenal, senang bisa bergabung di kelas 12 IPS 1. Jika tidak keberatan nanti, saya meminta bantuannya. Terimakasih." ... "Nah gitu dong, tambah senyumnya yang manis coba." "Hahaha, nah gini kan cantik," *** 💐Makasih untuk yang sudah mau baca, vote, komen, dan follow ⚠️Karya ini hasil pemikiran sendiri, tanpa plagiatan dan TYPO BERTEBARAN ⚠️Kalaupun ada nama tokoh, alur, dialog, tempat kejadian sama dengan punya kalian itu hanya ketidaksengajaan ya.. ⚠️Menilai dan mengkritik cerita boleh, asal dengan kata-kata dan kalimat yang baik dan nyaman untuk dibaca ⚠️⚠️ Author pemula juga harus dimaklumi ✓ sampul by Pinterest+canva 🙏 Sekian makasih💐💐
NOESIS [END] ni Reisen_San
21 parte Kumpleto
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =
My Eternal Moon [ End ✔️] ni cweetcobeyi
38 parte Kumpleto
Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Benang Senja cover
" BYE " cover
✓ Feel What Happiness Means cover
Jodoh Untuk Adel (END)✅ cover
A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)  cover
NOESIS [END] cover
Matahari cover
My Eternal Moon [ End ✔️] cover
Save and Protect cover
Another Dimension (The End) cover

Benang Senja

24 mga parte Kumpleto Mature

Tanpa banyak bicara, dia mendekat, jaraknya hanya beberapa inci dariku. 'Kalau kamu butuh pelarian untuk melupakan sejenak, aku di sini.' ... "Menatap langit senja, cahaya matahari bergulir perlahan, lembut seperti seutas benang halus yang melintas di atas air. Kilauannya memantul sekejap, sebelum lenyap perlahan, meninggalkan jejak gulita yang sunyi." "Cinta bagaikan langit malam, Indah, kupilih satu bintang Namun redup.. Kupilih bulan sebagai gantinya." ... "Aku tidak memilihnya, bagaikan bayangan di tengah terik, menawarkan teduh yang kubutuhkan tetapi membawa dingin yang tak pernah kuinginkan. Ia adalah pelarian dari dunia yang menghimpitku, namun perlahan, aku sadar, aku sedang berlari menuju jurang yang lebih dalam." "Apakah sebuah takdir? Apakah ini sebuah kesalahan takdir? Apakah takdir menyeret kerah bajuku untuk berlutut diatas semua kekacauan ini." "Takdir itu bernama Nara" . . "Cerita ini fiktif. Kesamaan nama atau latar tempat bersifat kebetulan."