Arus Putar Balik AbriSamsul

Arus Putar Balik AbriSamsul

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 30, 2023
"Hilang?!" sontak Abrisam ketika meraba sesuatu. Sementara orang dihadapannya menampilkan raut wajah bingung. Dengan cepat ia berlari ke kamar mandi yang tidak jauh dari tempat tidurnya setelah meraba leher. "Masa iya jakun gue pindah kedengkul!" panik Abrisam. Tepat di hadapan cermin Abrisam kembali membeku. Memandangi wajahnya dari atas hingga bawah dengan mulut yang terbuka lebar. Medium haircut, tubuh pendek, mata yang bulat, kulit mulus dan wajah yang segar. Beberapa kali ia menggeplak wajahnya. Mengapa ia bisa kembali ke masa lalu? Apa yang harus Abrisam selesaikan di masa lalu ini?
All Rights Reserved
#51
sliceoflive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Ducibella 【End】
  •  Widower's Fat Wife [End]
  • Dijodohin ✔ [COMPLETED]
  • Om, Ayo Nikah!
  • ARLEA || Arlo • Hillea - END
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • Ranaya

"Bisa gak berhenti ngerokok?" Suara Lea terdengar ringan, tapi sorot matanya menyimpan keteguhan. Alfan berdiri menyandar di motornya, satu tangan memegang rokok, asap melayang malas di udara. Tatapannya turun pelan ke arah Lea, seperti sedang menilai apakah pertanyaannya layak dijawab. "Gak." Jawabnya singkat, datar-tapi justru itu yang bikin suara itu terdengar dalam dan berbahaya. Lea menghela napas. "Bisa, kalau lo mau." Alfan tertawa kecil, bukan karena lucu. Lebih ke tawa dingin, berbahaya, kayak singa yang diganggu pas lagi malas. "Masalahnya," katanya sambil membuang rokok ke tanah, menginjaknya perlahan dengan sepatu, "gue gak pernah punya kemauan buat berhenti dari sesuatu yang nikmat." Lea menatapnya, masih mencoba logika. "Terus lo maunya apa?" Alfan maju. Satu langkah. Dua langkah. Sampai Lea harus mendongak. Sampai napasnya kehabisan ruang. Tangan cowok itu naik, menangkup tengkuk Lea, kuat, tapi gak kasar-lebih ke 'lo gak akan bisa kabur sekarang'. "Maunya?" bisik Alfan, dekat banget. Nafasnya panas, suaranya rendah dan dalam. "Your Lips." Lea menelan ludah, tubuhnya menegang. Tapi dia gak bergerak, gak bisa. "Gue berhenti ngerokok... kalau setiap malam bisa candu sama lo." Alfan mendekatkan bibirnya ke telinga Lea, napasnya mengiris kulit. "Kalau tiap kali gue pengen rokok, gantinya lo yang gue isep." Bisikannya brutal. Jelas. Tanpa sensor. Lalu dia mundur pelan, tapi sorot matanya masih mengunci Lea. "Deal?" ...... Content warning(s) : alcohol; smoking; harsh words; dirty jokes; dirty pick up lines; intimate skin contact; kissing, etc Cover by Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines