Pengagum tanpa nama

Pengagum tanpa nama

  • WpView
    Reads 10,112
  • WpVote
    Votes 834
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 23, 2025
Tentang Diana Maheswara yang menyukai seorang laki-laki di masa putih biru. Ia hanya bisa melihat sosok itu dari kejauhan tanpa berniat ingin tahu lebih banyak. Entah ini tentang permainan takdir atau bukan, na'as nya Diana dipertemukan kembali dengan sosok tersebut di masa putih abu-abu. Hingga akhirnya Diana mengenal lebih dalam tentang laki-laki itu. Bahkan ia mengetahui namanya setelah sekian lama, Sean Alexander. Apa yang terjadi akan selanjutnya tentang mereka, mungkinkah Diana berhasil dengan kisah rumit ini? Berjuang atau bahkan kalah sebelum memulai.
All Rights Reserved
#61
kagum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Menunggu Senja Kembali
  • DIA PERGI?!
  • About feelings   (selesai)
  • Bahagia & Luka (END)
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • End & Wait  (Revisi)
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines