Sang Manusia (Revisi)

Sang Manusia (Revisi)

  • WpView
    LECTURAS 2,331
  • WpVote
    Votos 149
  • WpPart
    Partes 36
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 19, 2026
Guardian Series Story 1 . . . . 15+ "Pejuang, petarung, atau apapun itu. Semuanya hidup hanya untuk satu tujuan, yaitu kekuatan. Mereka berusaha mati-matian mencari kekuatan itu, seperti mereka akan mati besok." Di dunia ini, siapa yang kuat dia yang berkuasa. Kau punya kekuatan, kau punya kekuasaan. Yang kuat akan berkuasa, yang lemah akan tertindas. Itu bagaikan sebuah tradisi yang tidak bisa di hilangkan dari dunia ini. Bagi Kai, mencari kekuatan itu bukan prioritas utamanya. Dia lebih tertarik untuk bepergian kemanapun dia mau. Mencari apapun yang dia butuhkan bahkan untuk membuat keributan sekalipun dia tidak masalah, asalkan apa yang dia mau bisa tercapai. Tapi di balik itu, ada satu tujuan yang menjadi satu-satunya alasan kuat kenapa dia pergi. . . . . . . #Welcome to my story... #Jangan lupa vote dan comment...
Todos los derechos reservados
#4
defender
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Mahkota Phoenix: Orang Yang Diramalkan S2
  • The Saintess Ran Away | Sang Saintess Melarikan Diri
  • Love Starts From Coffee
  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • Magia Academy [END]
  • Luna Of The Wolves (Completed)
  • Free Lady : Alternis Time
  • Transmigrasi Ayne
  • Heroin Of Emores 【END - TERBIT】

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido