We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Khalif

Khalif

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 16, 2023
WpInfo
Fiction
Historical
Laki-laki yang kuat mencintai, pergi, melepaskan, mencoba lagi, dan bertahan. Selalu merasa bahwa hidupnya sangat sial bahkan jauh dari kata bahagia. Khalif Maheer Ridho Abasy, kerap di panggil Khalif. Remaja yang selalu merasa hidupnya tidak berarti, tidak pernah mendapatkan kebahagiaan. Selalu di bully dan tidak ada yang mengerti dirinya. Bahkan ia hampir pergi ke psikolog untuk menghilangkan penyakitnya. Ekonomi keluarga yang kurang, tidak pernah merasa berhasil atas usaha yang sudah ia lakukan. Khalif selalu merasa dirinya tidak pantas untuk hidup jika tidak ada kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, sejauh ini ia masih bertahan hidup. Satu-satunya alasan ia bertahan karena kedua orang tuanya. Apakah Khalif bisa mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya..? Terkadang seseorang berbicara tanpa memikirkan kedepannya -Kahlif Maheer Ridho Abasy Di buat melayang oleh harapan, di jatuhkan oleh kenyataan -Kahlif Maheer Ridho Abasy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTRUIST
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • LINGGA (END) ✔️
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Endless [END]
  • Who am I?
ALTRUIST

Dimulai dari Nael anak berumur 9 tahun, yang harus mengikuti orang asing untuk tinggal bersamanya karena keluarganya, yang ternyata keputusannya untuk meningggalkan mansion yang ia anggap sebagai neraka malam itu, mengubah hidupnya, hidupnya yang semula redup kini mulai berwarna. -------- Ditengah malam yang sunyi di tengah hutan, lebih tepatnya mansion yang ada di tengah hutan, dentuman suara tembakan dan jeritan memilukan memecah keheningan. Langkah Seorang anak kecil berjalan masuk ke dalam mansion besar di depannya. Sepatunya tenggelam dalam genangan darah yang membanjiri halaman. Wajah manisnya tak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Langkah kaki kecilnya terlihat tenang dan wajahnya yang terlihat manis itu menatap kosong saat ia melihat halaman mansion yang sangat berantakan. Banyak darah dimana-mana, tubuh tubuh yg ia yakini adalah para bawahan keluarganya. Nael Arthemis Evandria, anak sulung keluarga Evandria, berjalan melewati tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan. Darah segar mengalir di bawah kakinya, bercampur dengan tanah basah dan daun-daun yang terinjak. Bau logam menusuk hidung, tetapi bocah itu tetap tak terpengaruh. 'Masalah apalagi sekarang.' --------- Ikuti terus kisahnya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines