We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ruang Asa

Ruang Asa

  • WpView
    Reads 889
  • WpVote
    Votes 184
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 4, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Kau Tak perlu tahu siapa yang terakhir menghancurkan apa yang ada di dalam diriku. Jika benar kau ingin bersamaku, cukup luangkan waktumu untuk tersenyum padaku. Kau juga tidak perlu repot-repot berdoa yang terbaik untukku karena sebelumnya semesta sudah memberinya tapi semua sudah remuk dan busuk. Aku sendiri bingung kenapa masih ada dititik ini, ingin melawan tapi ragaku saja bak tak bernyawa, lantas apa yang ingin kau cari dari tubuh yang hampir mati ini? Inilah kisahku, Alzea Queen Elizabeth:)
All Rights Reserved
#323
romans
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LENGKARA
  • In the Future Without You
  • 30 Hari Menuju Kematian [✓]
  • Identity
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Semua Tentang Luka [ END ]
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)
  • Devon [END]
LENGKARA

Tolong matikan saja aku. Aku sudah muak dengan dunia. untuk apa hidup, jika hati sudah lama mati. Kane Navulia Chrysander. Aku tidak meminta banyak pada dunia. Hanya bahagia. Tapi kenapa aku tidak mampu punya? Larissa Siofra Hysteria. *** Fra dan Kane sengaja di pertemukan takdir untuk mencari bahagia yang hilang. Saling terluka dari cerita yang berbeda. Di dewasakan oleh luka. Mereka menarik simpul yang sama bahwa bahagia adalah bentuk lengkara untuk mereka punya. Dua sudut pandang semesta mendewasakan manusia karena luka. Kane yang berasal dari latar belakang broken home, yang kelahirannya ke bumi dianggap kesialan. Dan Fra yang berasal dari keluarga yang utuh tapi hampir runtuh, secara fisik keluarganya bersama namun secara hati keluarganya bercerai, kabar bahagianya Fra adalah anak tengah, selalu salah dan mengalah. Keduanya hampir mati, jika semesta tidak cepat mempertemukan mereka. **** LENGKARA bercerita tentang dua anak manusia yang di pertemukan karena luka yang hampir sama. Nyaris ingin menyerah. Bersama melalui ruang gelap mereka mencari terang. Tenang yang tak kunjung datang, keduanya ingin pulang. *** Siapkan hati kamu dalam membaca LENGKARA. Jangan lupa sedia tissue, jika kamu tidak menangis dari awal sampai akhir saat membacanya, berarti ada yang salah dengan hati mu. Selamat datang, dan bertamu lah dengan senyum yang tenang. Jangan tersesat, ingat kamu hanya tamu, aku hanya mengingatkan, barangkali kamu akan lupa jalan pulang jika sudah terlalu nyaman.

More details
WpActionLinkContent Guidelines