Brokenhome [ END ]

Brokenhome [ END ]

  • WpView
    Reads 9,354
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 1, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Zea tidak tau jalan pikiran sang mama. Ia selalu terbayang bayang dengan masa lalu, Ia capek dikatakan sebagai anak brokenhome. Tidak ada tanda bahagia lagi di hidup Zea selama beberapa tahun ini. Tidak ada raut wajah tertawa Zea saat ini. Skala yang tak lagi menemani hidupnya lagi. Mamanya selalu menyalahkan Zea. Dan mulai membenci orang tuanya kecuali mamanya. Ia sangat membenci papanya karena tumbuh dewasa papanya selalu menyakiti hati Zea. Muak? Tentu saja Zea sangat muak dengan perlakuan mamanya apalagi orang yang membencinya. "Jika aku terlahir untuk di sakiti aku lebih memilih tidak lahir di dunia atau.. Aku bunuh diri saja daripada melanjutkan hidup yang tidak ada makna ini?".
All Rights Reserved
#27
terpendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • KALANDRA with ES [END]
  • Defleksi
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Another Pain (END) ✔
  • LUKA
  • Air Mata Elara
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines