Pulang Ke Lautan Biru

Pulang Ke Lautan Biru

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 27, 2024
Pulang ke lautan biru [fantasy] [drama] [comedy] [slice of life] ──╌╌╌──╌╌╌──╌╌╌──╌╌╌ "aku harap engkau selalu ada di setiap ingatan ku, mengisi malam-malam ku dengan debur ombak mu." -Menjadi inang dari seorang makhluk yang ku jumpai di danau 11 tahun lalu? Aku tidak menyangka hal itu. Malam-malam ku selalu di isi dengan wujud nya, berkulit putih pucat, mata biru berbinar, rambut putih nan berkilau dan tanduk kecil berwarna biru. Tidak, tidak semua malam aku teringat dengan wujud nya. Tidak, dia tidak akan pergi pulang ke tempat asal nya, di laut. Kutukan, kutukan lama mencari mangsa baru. Tapi siapa? ⚠️warn: disarankan membaca menggunakan mode online untuk pengalaman membaca yang lebih baik. ꩜ slow update ꩜ slow revisi ꩜ alur lambat
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
#13
english
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lautan
  •  World Miracle: Synesthesia [END]
  • RETAK
  • Dirgantara (REVISI)
  • "ARKATA"
  • SEGITIGA SEMBARANG [SELESAI]
  • Biru dan Laut
Lautan

Menurut Biru, hidup itu ibaratkan seorang manusia yang mengambang di tengah lautan lepas. Di tengah fatamorgana kebiruan itu manusia punya pilihan, antara berusaha atau justru sebaliknya, meski dia tidak tahu persis apakah ia akan tetap hidup atau mati kesia-sian. Tapi setidaknya masih ada keinginan untuk menggapai harapan, bahwa ia akan menemukan daratan. Dalam perjalanannya, tentu ada terik, badai, dan ombak pasang yang hampir menenggelamkan. Dalam benaknya terbesit dua kemungkinan, daratan itu ada dan indah atau daratan itu abu-abu dan hanyalah oasis dari angan ketidakpastian. Biru tahu terlalu lebay menyamakan hidupnya dengan nasib manusia yang sedang terombang-ambing. Namun mental remajanya yang masih labil membuatnya selalu menyerah, sama seperti pilihannya jika di tanya seandainya Biru sendiri yang mengambang di lautan lepas. Biru tak bisa berenang seperti Samudra, kembarannya, yang bahkan pernah juara satu lomba renang dan lagi-lagi di puji Papa. Biru tak bisa cantik macam matahari yang dapat mencairkan sikap dingin Arvin. Dan Biru selalu tak bisa menghindar dari segala kritikan dan sikap nyeremin Nebula, yang ibaratkan kutub negatif tertarik ke kutub positif. 2. 12. 2022 s/d 25. 01. 2023 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines